Headlines News :
Home » » Ir. Soegiharto Santoso Alias Hoky Korban Kriminalisasi Dan Rekayasa Hukum Oleh Sejumlah Oknum

Ir. Soegiharto Santoso Alias Hoky Korban Kriminalisasi Dan Rekayasa Hukum Oleh Sejumlah Oknum

Written By Infobreakingnews on Jumat, 20 Juli 2018 | 09.38

Saat Vincent Suriadinata SH Dampingi Hoky Melayangkan Surat Laporannya  Ke Bareskrim Polri
Jakarta, Info Breaking News - Adalah Ir. Soegiharto Santoso atau yang dikenal dengan panggilan akrab Hoky, korban dari praktek bejad kriminalisasi yang dilakukan sejumlah pengusaha dengan menggunakan konspirasi sejumlah oknum penegak hukum terkait, kini mulai dilaporkan kesejumlah lembaga negara.

Hoky yang merupakan ketua umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) yang tidak memiliki sama sekali keterkaitan dengan acara Pameran Mega Bazaar Consumer Show 2016 milik PT Dyandra Promosindo, yang diselenggarakan oleh Ketua DPD Apkomindo DIY, Dicky Purnawibawa ST, di Jogja Expo Center (JEC) Jl. Janti, Wonocatur, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, justru harus mengalami mendekam disel penjara Bantul selama 43 hari, lalu secara arogan dituntut selama 6 tahun bui dan denda sebesar Rp.4 Miliar, justru oleh majelis hakim dinyatakan Hoky tidak terbukti bersalah, sehingga divonis bebas murni oleh PN. Bantul.


Vincent Suriadinata SH dari Mustika Raja Law Office yang mendampingi Hoky ke sejumlah instansi berwenang menyampaikan; “Meskipun vonis bebas murni dari PN Bantul telah diputus sejak tanggal 25 September 2017, namun perkara tersebut sampai dengan saat ini masih menunggu putusan MA karena masih adanya upaya Kasasi dari pihak JPU

Sebaliknya Dicky Purnawibawan ST, yang sebelumnya telah dinyatakan sebagai Tersangka, hingga kini kasusnya dipeti es kan, dan tidak pernah berkelanjutan diproses secara hukum.


Ironinya, dalam amar putusan majelis hakim disebutkan secara jelas, adanya penyandang dana dari seorang bernama Suharto Yuwono, dan pihak lain, juga merupakan misteri yang belum diungkap hingga kini.


Banyaknya oknum nakal yang bermain dalam perkara kriminalisasi terhadap Hoky yang di juga dikenal sebagai seorang wartawan itu, sampai sampai ditemukan pemalsuan tanda tangan Hoky yang dilakukan oleh oknum Polri, yang kini dilaporkan kesejumlah instansi berwenang.

Dalam surat laporannya bernomor 08-M/DPP-APKOMINDO/VII/2018,tertanggal 16 Juli 2018, Hoky melaporkan AKP berinisial S, oknum penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri, atas surat palsu yang memiliki kekuatan sumpah jabatan, pada laporan BAP yang direkayasa kepada sejumlah lembaga negara, diantaranya ;




      Kepada Yth. Presiden RI
      Kepada Yth. Menko Polhukam RI
      Kepada Yth. Kapolri
4    Kepada Yth. Mahkamah Agung RI
5    Kepada Yth. Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI
      Kepada Yth. Ombudsman RI
7    Kepada Yth. Komnas HAM RI
8    Kepada Yth. Kompolnas RI
9    Kepada Yth. Komisi III DPR RI
1    Kepada Yth. Wakapolri
1    Kepada Yth. Irwasum Polri
      Kepada Yth. Kabareskrim Polri
      Kepada Yth. Kadiv Propam Polri
      Kepada Yth. Karowassidik Bareskrim Polri 


Vincent menambahkan; “Pengaduan ini kami sampaikan dengan harapan agar Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat akan lebih profesional dan proporsional dalam menangani perkara, untuk menyelaraskan dengan Program “Promoter” yaitu Profesional, Modern dan Terpercaya dari Bapak Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, sehingga Kepolisian Negara Republik Indonesia semakin disayangi serta dicintai oleh masyarakat dan bangsa Indonesia.” Ujarnya.


Sedangkan Hoky menyatakan; “Kami yakin dan percaya bahwa diusianya yang ke 72 Tahun, Institusi POLRI dengan jumlah anggota lebih dari 400 ribu akan berupaya terus melakukan yang terbaik, terbukti telah banyak prestasi institusi POLRI untuk NKRI, namun memang fakta yang tidak dapat dipungkiri, yaitu masih ada saja oknum-oknum penyidik yang melakukan perbuatan tercela, untuk itu mari kita bersama-sama melakukan perbaikan untuk kebaikan bersama dan kasus saya ini dapat menjadi bahan pembelajaran yang baik, serta saya pribadi selalu menyampaikan, bahwa negara kita adalah negara hukum dan kita tidak boleh takut terhadap hukum, melainkan kita harus patuh atau taat terhadap hukum.” Ungkap Hoky.


Masih dalam kaitan perseteruan Hoky yang menjadi korban kriminalisasi tersebut, kemudian melebar menjadi perkara hate speech dan ITE dimana Hoky melaporkan 3 orang seterunya bernama Ir. Faaz, Michael S Sunggiardi, dan Rudi Dermawan Mulyadi, dimana ketiga orang tersebut telah ditetapkan sebagai Tersangka oleh Polda DIY sejak 14 Februari 2018, namun hingga berita ini ditayangkan, perkaranya masih dirasa sangat lamban dan belum P21. *** Mil.




Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved