Headlines News :
Home » » Besarnya Jumlah Penonton Bola Dunia 2018 Melalui Streaming

Besarnya Jumlah Penonton Bola Dunia 2018 Melalui Streaming

Written By Infobreakingnews on Rabu, 11 Juli 2018 | 08.09

Singapore, Info Breaking News - Untuk pertama kalinya dalam sejarah tehnologi canggih dunia digital, layanan streaming saat ini banyak diminati masyarakat untuk beragam kebutuhan. Peningkatan layanan tersebut menuntut ketersediaan konektivitas yang baik dan dinamis sehingga bisa ditingkatkan saat ada lonjakan permintaan.
Sebagai gambaran, ajang Piala Dunia tahun ini memecahkan rekor pemirsa streaming terbesar jumlah pemirsa dari Asia, Eropa, dan Amerika Utara.
Rekor tersbut dipecahkan dalam pertandingan antara Argentina-Islandia. Data yang dirilis perusahaan Analis data Conviva tersebut membandingkan dengan catatan streaming pada Piala Dunia 2014 yang mencatat angka 3,2 juta penonton live streaming, dan Piala Dunia 2010 yang hanya 1,5 juta.
Seringkali penyedia layanan telekomunikasi kesulitan untuk memberikan layanan musiman karena ada lonjakan yang signifikan. Untuk itu, menurut CEO Esri Indonesia Dr A Istamar, kebutuhan konektivitas saat ini membutuhkan layanan cerdas yang menyinergikan kebutuhan aplikasi dan kemampuan infrastruktur secara terintegrasi.
Selaku pembicara utama dalam forum Global Carrier Community (GCG) yang diadakan di Intercontinental Hotel Singapura, belum lama ini, Istamar mengungkapkan, saat ini penyedia infrastruktur tidak hanya memberikan layanan jaringan dan perangkat saja, juga harus memiliki kemampuan mengintegrasikan dinamika kebutuhan aplikasi dengan kebutuhan layanan konektivitas secara otomatis.
Menurut data, di Indonesia, terjadi juga lonjakan penggunaan jaringan telekomunikasi pada saat Lebaran. Indosat Ooredoo mencatat peningkatan traffic tertinggi adalah pada puncak arus mudik H-3 Lebaran naik 49,70% dibandingkan pada hari biasa.
Hal tersebut sejalan dengan tren penggunaan media sosial yang semakin meningkat, baik sebagai hiburan maupun untuk berkomunikasi dengan kerabat. “Teknologi yang dibutuhkan adalah Software Defined Network (SDN) yang memiliki kemampuan kecerdasan integrasi secara dinamis antara aplikasi dan jaringan infrastruktur”, tutur Istamar.
Sebagai contoh aplikasi streaming dapat dengan sendirinya meningkatkan kapasitas jaringan dan secara cerdas memprioritaskan video streaming dibanding lalu lintas data lainnya.
Lebih lanjut lagi menurut Istamar, apabila dibutuhkan penambahan peladen (server) maka dengan sendirinya pengendali cerdas akan menciptakan peladen-peladen tambahan sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan.
Apabila peladen utama mengalami gangguan, maka pengendali cerdas akan menciptakan peladen cadangan yang identik dengan peladen utama sehingga layanan tidak terhenti. Teknologi SDN memungkinkan proses ini dapat dilakukan secara transparan tanpa intervensi manual pengguna dan penyedia jasa (operator).
Hadir pula dalam acara tersebut Peering Advisor dari London Internet Exchange, Vice President British Telecom dan Chief Commercial Officer Epsilon. Global Carrier Community memiliki lebih dari 600 anggota dari 45 negara yang terdiri dari operator Telepon, Data, SMS, ellular, OTT, VAS, Kabel, Satelit, Pusat Data, dan penyedia telekomunikasi lainnya.*** Jenny Liu.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved