Headlines News :
Home » » Mengenal Sosok Bayu, Pria Penghadang Bomber Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya

Mengenal Sosok Bayu, Pria Penghadang Bomber Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya

Written By Infobreakingnews on Selasa, 15 Mei 2018 | 14.38

Aloysius Bayu Rendra Wardhana, penghadang bomber Gereja Santa Maria Tak Bercela
Surabaya, Infobreakingnews – Ungkapan rasa hormat dilayangkan kepada Aloysius Bayu Rendra Wardhana, salah seorang korban tewas akibat ledakan bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Surabaya.

Pria yang kerap disapa Bayu tersebut adalah kepala keamanan di gereja tersebut. Ia dengan berani menghadang sepeda motor pembawa bom yang menerobos masuk dengan cara menarik tubuh pelaku yang ada di boncengan.

Namun naas, usahanya untuk menghadang mengakibatkan pria berusia 38 tahun tersebut harus tewas akibat terkena ledakan bom dari jarak sangat dekat.

"Dari rekaman CCTV, terlihat Mas Bayu memegangi orang yang di boncengan lalu bom meledak," ujar Stefanus Andi, rekan Bayu sekaligus penjaga sekretariat paroki yang bertugas sebagai salah satu teknisi CCTV Gereja Santa Maria Tak Bercela, Senin (14/5/2018).

Menurut pengakuan Andi, selama bertugas sebagai kepala keamanan gereja Bayu kerap membantu gereja. Beberapa saat sebelum kejadian, seperti biasa, Bayu menjalankan tugasnya, mulai dari mengatur kendaraan yang hendak masuk ke gereja hingga menjaga kawasan depan gereja agar tidak macet.

Andi mengaku Bayu adalah sosok yang sangat disiplin dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya. Bahkan, di malam sebelum kejadian Bayu yang juga memiliki usaha jasa fotografi tersebut sempat menghubungi Andi untuk membahas keamanan gereja.

Kiprah Bayu di gereja juga sudah cukup lama. Sedari remaja, dia sudah aktif di gereja. Bayu berkontribusi pada kegiatan-kegiatan yang digelar dalam kapasitasnya sebagai pemuda gereja.

Atas peristiwa itu, pihak gereja secara khusus memberikan perhatiannya. Siang seusai kejadian, pihak gereja mendatangi rumah Bayu di Gubeng Kertajaya untuk menyampaikan dukungan kepada keluarga sekaligus sebagai rasa duka. Saat itu kepala paroki yang langsung datang.

"Saya belum tahu kebijakan selanjutnya, tapi biasanya pasti adalah (perhatian) dari pihak gereja. Mas Bayu punya dua anak," ucapnya.

Salah seorang aktivis gereja lain, Hartono mengaku sangat salut kepada Bayu atas apa yang ia lakukan semasa hidupnya.

Baginya, Bayu merupakan orang yang kerap membantu kegiatan di gereja.  "Kami sama-sama aktivis gereja. Selain itu, Mas Bayu juga teman anak saya," ujar Hartono. ***Yohanes Suroso
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved