Headlines News :
Home » » Bank Mayora Siap Bersaing 2018

Bank Mayora Siap Bersaing 2018

Written By Infobreakingnews on Sabtu, 16 Desember 2017 | 13.27

Direktur Utama Bank Mayora Irfanto Oeij. 
Cisarua, Info Breaking News - Bank Mayora menilai sektor properti memiliki kontribusi cukup besar dalam pembentukan Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet. Karenanya, Bank Mayora berhati-hati pada sektor tersebut karena di akhir tahun ini strategi yang dilakukan adalah optimalisasi kinerja neraca keuangan agar bisa tumbuh lebih tinggi.

Direktur Utama Bank Mayora Irfanto Oeij menegaskan bahwa pihaknya menjaga agar tingkat NPL terus terkendali dengan baik sejalan peningkatan pemantauan penyaluran kredit agar lebih berkualitas di masa mendatang. Sedangkan Loan to Funding Ratio (LFR) terus dijaga pada kisaran 83 persen hingga 85 persen atau di atas ketentuan.


"NPL kita perbaiki juga dengan harapannya proyeksi di Desember 2017 bisa kita tekan di bawah tiga persen. Karenanya di industri itu sekitar 2,8-2,9 persen. Harus di bawah atau tidak jauh dari industri. Kurang lebih di 2,8-2,9 persen," ungkap Irfanto, dalam 'Year End Media Gathering Bank Mayora 2017, di Cisarua, Jumat malam, 15 Desember 2017.

Lebih lanjut, ia menambahkan, NPL di properti memiliki kontribusi cukup besar. Meski banyak properti dibangun tapi banyak orang yang membelinya tidak bisa membayar kewajibannya. Ketika seseorang membangun dan tidak bisa membayar maka kondisi itu memberikan dampak terhadap perbankan utamanya dari aspek NPL.

Selain itu, masih kata Irfanto, perhotelan. Perhotelan juga dinilai memberi kontribusi cukup besar. Meski sektor hotel tumbuh pesat, misalnya, di Bali namun harga sewa kian turun dan hal itu bisa memberi efek terhadap pendapatan pemilik hotel dan nantinya dari aspek membayar kewajiban kepada perbankan.

"NPL di properti dan hotel memberikan sumbangsih besar. Kita lihat di Bali, misalnya, dalam lima tahun ke belakang hotel belum menjamur. Sekarang di Bali itu sudah banyak. Tapi harga sewa hotel bintang lima yang tadinya Rp2 juta sekarang bisa satu jutaan, dan ke bawahnya juga terus turun. Occupation rendah dan income tidak bagus maka RoE bisa turun," pungkasnya.*** Rudyanto.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved