Headlines News :
Home » » Terkait Sejumlah Dirut BUMN Menjadi Tersangka, Rini Segera Ganti Pejabatnya

Terkait Sejumlah Dirut BUMN Menjadi Tersangka, Rini Segera Ganti Pejabatnya

Written By Infobreakingnews on Selasa, 09 Mei 2017 | 19.49

Menteri BUMN, Rini Soemarno
Jakarta, Info Breaking News - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini menangani sejumlah kasus dugaan korupsi di lingkungan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bahkan, petinggi di sejumlah perusahaan pelat merah telah berstatus tersangka.
Sebut saja, RJ Lino, mantan Dirut Pelindo II yang menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC); Emirsyah Satar, mantan Dirut PT Garuda Indonesia yang menjadi tersangka kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat; M. Firmansyah Arifin, Dirut PT PAL, tersangka suap penjualan dua kapal perang ke pemerintah Filipina serta Budi Tjahjono, mantan Dirut PT Jasindo yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penunjukan dan pembayaran agen.
Atas sejumlah kasus ini, KPK mengingatkan Menteri BUMN, Rini Soemarno dan jajarannya untuk memberikan perhatian serius terkait kasus-kasus korupsi tersebut. Kementerian BUMN dinilai belum melakukan pembenahan dan penataan berkelanjutan agar tidak ada lagi petinggi perusahaan BUMN terjerat korupsi.
"Penanganan kasus yang melibatkan sejumlah pimpinan direksi BUMN ini diharapkan menjadi perhatian yang serius bagi kementerian BUMN. Tentu saja di sini Menteri BUMN agar memperhatikan secara serius," kata Jubir KPK, Febri Diansyah kepada Info Breaking News , Senin (8/5).
Langkah Kementerian BUMN memecat petinggi perusahaan BUMN yang ditetapkan sebagai tersangka dinilai belum cukup menanggulangi persoalan serius ini. Lebih dari itu, Kementerian BUMN juga seharusnya mempelajari lebih jauh faktor-faktor yang membuat perusahaan BUMN menjadi sarang koruptor dan membangun sistem pencegahan korupsi yang terintegrasi.
"Tidak cukup hanya dengan memberhentikan ketika sudah menjadi tersangka, tetapi hal ini dipelajari lebjh lanjut apa sebenarnya faktor yang menjadi penyebab, Kemudian ada banyak indikasi korupsi di BUMN, agar penindakan dan pencegahan bisa berjalan beriringan," katanya. *** Mil.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved