Headlines News :
Home » » Polisi Menahan Ponakan Koruptor Terkait Tragedi Novel Baswedan

Polisi Menahan Ponakan Koruptor Terkait Tragedi Novel Baswedan

Written By Infobreakingnews on Jumat, 19 Mei 2017 | 06.46

Jakarta, Info Breaking News - Setelah hampir satu bula lebih tragedi penyerangan air keras kewajah penyidik senior KPK Novel Baswedan, pihak aparat terkait masih terus bekerja keras untuk mengungkap kasus ini hingga menangkap Nico, seorang ponakan terpidana koruptor Muchtar Effendi yang dikenal terlibat dalam perkara jual beli perkara serta suap ketua MK Akil Muchtar.
Nico tak lain adalah keponakan Muchtar Effendi yang dijadikan tersangka oleh KPK sebanyak dua kali, yaitu terlibat dalam dugaan suap Pilbup Kabupaten Empat Lawang dan Pilwalkot Kota Palembang melalui Mahkamah Konstitusi (MK) dan memberikan keterangan palsu dalam persidangan sengketa Empat Lawang dan Palembang dengan terdakwa Akil Mochtar.
"Jadi Niko ini begitu (videonya) viral di medsos, kemudian saya kontak Pak Ketua KPK, untuk sama-sama melakukan pencarian Niko. Polri kemudian berhasil mengamankan Niko dan sudah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap yang bersangkutan," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di PTIK, Jakarta, Kamis (18/5) malam.
Soal status, dan isi pemeriksaan Tito tidak menjelaskan. Dia meminta Kadiv Humas Polri atau Kabid Humas Polda Metro yang menjelaskan secara detail. "Sudah ditangkap dan sudah dicek semua apa yang dia (Niko) sebutkan itu, dicek bukti-buktinya. Kalau dia mengatakan ada tekanan (oleh Novel padanya) atau ada keterangan palsu sudah dicek, juga saksi-saksi," imbuhnya.
Polisi juga telah mengamankan dokumen, dan transfer bank. Besok menurut Tito Dirkrimum Polda Metro Jaya akan menyampaikan paparan tentang Niko kepada ketua KPK mengenai temuan ini. "(Nico ditangkap) dari metode deduktif yaitu motif. Siapa yang kira-kira berpotensi sakit hati, dendam, mungkin bisa juga karena pekerjaan, urusan kasus atau masalah pribadi kepada Novel. Jadi kasus ini pun kita pecah menjadi dua macam," tambahnya.
Satu kasus yaitu penyiraman air keras kepada Novel dan kemungkinan kasus lain adalah soal pengakuan palsu. Kedua kasus itu bisa jadi berdiri sendiri dan tidak terkait.
Niko sendiri mengaku memviralkan pengakuan bahwa dirinya ditekan Novel--untuk memojokkan Muhtar--karena dia ingin menetralisir situasi di keluarganya yang pecah setelah dia memberikan kesaksian.*** Sony Simanjuntak.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved