Headlines News :
Home » » Vonis Ahok Menjadi Ancaman Kehidupan Umat Beragam Yang Selama Ini Tentram

Vonis Ahok Menjadi Ancaman Kehidupan Umat Beragam Yang Selama Ini Tentram

Written By Infobreakingnews on Jumat, 12 Mei 2017 | 07.33

Pemred Info Breaking News, Candra Wibawanti ditengah Lautan Bunga Ahok
Yogyakarta, Info Breaking News – Tak bisa terbantahkan sejak hari pertama Ahok ditahan paksa itu, dukungan deras dari penjuru dunia dan tidak saja didalam negeri dari Sabang sampai Mauroke, terus membanjir bahkan belakangan dinilai sebagai kekuatan moral diatas semua kekuasaan sejumlah oknum yang ada, kondisi ini seharusmya menjadikan Pemerintah perlu selalu mewaspadai 6 ancaman yang berpotensi kuat mengganggu dan merusak semangat serta jiwa kebangsaan Indonesia. Nilai-nilai pluralisme dan integrasi bangsa menjadi taruhan serius yang mutlak harus dipertahankan.
Demikian diungkapkan Peneliti Senior Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhadjir Darwin, saat menyampaikan pandangannya dalam Seminar bertajuk “Merawat dan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Lingkup Lokal” yang diadakan Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), di Aula Panti Nugroho, Sleman, Yogyakarta, Kamis (11/05).
“Kami mendesak pemerintah untuk segera dan selalu mewaspadai 6 ancaman kebangsaan yang saat ini terjadi dalam bingkai NKRI,” ujar dia.
Hal itu, kata dia, terlihat dari gangguan terhadap identitas kebangsaan setiap warga negara yang acapkali masih terjadi. Seperti, adanya pemisahan suku, lokalitas, agama, dan bangsa.
“Artinya, masih ada kelompok masyarakat yang mencoba untuk memisah-misahkan diri berdasarkan kelompok, agama dan suku tertentu,” jelasnya.
Ancaman Kebangsaan
Ia menyebutkan, keenam ancaman terhadap kebangsaan Indonesia. Pertama, ancaman dari tingkat kemiskinan yang masih tinggi di Indonesia. Dalam hal ini, masalah kemiskinan menjadi amunisi bagi ancaman kebangsaan Indonesia, karena sering dijadikan alat untuk melakukan tindakan yang mengganggu semangat kebangsaan.
Kedua, ancaman dari perilaku ketidakadilan baik dalam hal sosial maupun ekonomi. Masyarakat sering merasa terancam dengan status sosial seseorang dalam masyarakat.
“Isu Kristen dan China yang dilekatkan pada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menjadi contoh nyata ancaman jenis kedua ini. Orang China dan Kristen yang dianggap cukup kaya diidentikkan sebagai ancaman pada sisi sosial dan ekonomi masyarakat. Padahal, mungkin sekali anggapan itu kurang beralasan,” papar Muhadjir.
Ketiga, ancaman karena negara dinilai memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi pada negara lain. Keempat, ancaman dari sisi separatism yang kemungkinan terjadi pada suatu negara.
Kelima, ancaman dari praktik-praktik fanatisme, radikalisme suku dan keagamaan. Melalu simbol-simbol keagamaan, ancaman terhadap kebangsaan Indonesia ditabur secara masif dan terstruktur. Keenam, ancaman yang berasal dari era post-truth atau pasca kebenaran, dengan pembentukan opini publik melalui penyebaran hoax.
“Masyarakat saat ini, lebih mencari berita dan informasi yang menyenangkan hatinya. Jadi sikap kritis terhadap berbagai berita dan informasi yang berkembang, tidak lagi menjadi pilihan utama masyarakat. Karena itu, pemerintah harus jeli dan cermat mengantisipasi hal-hal tersebut,” ucap dia. *** Any Christmiaty.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved