Headlines News :
Home » » Tantang Ulama FPI, Ulama Terkenal Australia Ini Siap Berdebat Soal Al Maidah 51

Tantang Ulama FPI, Ulama Terkenal Australia Ini Siap Berdebat Soal Al Maidah 51

Written By Infobreakingnews on Rabu, 22 Februari 2017 | 08.38

Shaikh M. Tawhid bersama dosennya
Jakarta, infobreakingnews - Seorang ulama Syiah asal Iran yang bermukim di Australia membuat heboh media sosial Indonesia karena dengan tegas menyatakan pembelaan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sedang diadili kasus penistaan agama terkait surat Al-Maidah 51.
Dalam serangkaian kicuannya di Twitter, Shaikh M. Tawhidi bahkan menantang para "lawan" Ahok termasuk Front Pembela Islam (FPI) untuk berdebat tentang Al-Maidah 51.
"Saya ingin berdebat dengan semua ulama FPI dan Muhammadiyah tentang surat Al-Maidah 51 dalam Quran. Mereka tidak punya pengetahuan sama sekali (I'm willing to debate all FPI & Muhamadia Ulama on the Quranic Verse Al Ma'idah 51. They have no knowledge at all)," bunyi salah satu kicauan Tawhidi tertanggal 15 Februari.
Dia bahkan secara terang-terangan meminta Presiden Joko Widodo dan penegak hukum di Indonesia untuk mengizinkan dia datang dan bersaksi membela Ahok di pengadilan, dengan langsung menyebut akun Twitter presiden dalam kicauannya itu.
Tawhidi, yang menyebut dirinya sebagai "Imam of Peace", mengaku kenal Ahok secara pribadi dan menulis: "Bisa saya katakan bahwa dia lebih berketuhanan dibandingkan oposisi Muslim yang rusuh di luar kantornya (I personally know Gov. Ahok and i can safely say he is more of a man of God than any Muslim opposition rioting outside his office)".
Sehari kemudian dia menulis akan terbang ke Indonesia dan berjanji mengirim jadwal kedatangannya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.Publik pasti menantikan jadwal penting keterangan saksi ahli pihak terdakwa ini. *** Candra Wibawanti.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved