Headlines News :
Home » » Selain Presiden Joko Widodo, Umat Non Muslim Ikut Bangga Atas Perayaan Maulidan Ini

Selain Presiden Joko Widodo, Umat Non Muslim Ikut Bangga Atas Perayaan Maulidan Ini

Written By Infobreakingnews on Minggu, 08 Januari 2017 | 20.01

Pekalongan, infobreakingnews - Tidak saja seorang Presiden Joko Widodo memuji, tetapi umat beragama non Muslim pun merasa sangat simpatik atas suasana kebangsaan yang teduh dalam upacara besar Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung dikota Pekalongan, Jawa Tengah.
Untuk itu Presiden Joko Widodo mengapresiasi langkah konkret Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya yang menjadikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan dasar negara Republik Indonesia, Pancasila sebagai pembuka acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Saya baru tahu juga, hanya di sini,” kata Presiden Jokowi pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya, di Gedung Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, Minggu (8/1).
Presiden Jokowi mengatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memerlukan persatuan dan kesatuan. “NKRI adalah harga mati,” tegas Presiden Jokowi.
Dia mencontohkan, Nabi Muhammad SAW pernah membuat kontrak politik dengan semua unsur dan komponen masyarakat melalui Piagam Madinah, yang bertujuan untuk mempersatukan dan menciptakan sebuah kesatuan.
“Dengan Piagam Madinah ini jelas sekali bahwa ajaran Islam, umat Islam menghargai kemajemukan suku, kemajemukan golongan, beraneka macamnya agama,” katanya.
Anugerah inilah, menurut Presiden Jokowi, harus dijaga seluruh elemen bangsa. Sebab, Indonesia memiliki 34 provinsi dan 500 kabupaten/ kota yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki 700 lebih suku dan 1.100 lebih bahasa lokal. Oleh sebab itu, Presiden Jokowi berpesan agar persatuan dan kesatuan sebagai bangsa berdaulat harus terus dijalin antarsuku, antargolongan, antarkomponen masyarakat, dan antaragama.
“Kalau kita sibuk urusan sendiri-sendiri, ribut sendiri-sendiri tidak mempersatukan kekuatan kita, dan tidak mempersatuan potensi kita, bisa jadi kita akan menjadi bangsa yang kalah, bukan bangsa pemenang,” kata Presiden Jokowi. *** Yoahnes Suroso.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved