Headlines News :
Home » » KPK Akan Periksa Setya Novanto Terkait Kasus Korupsi e-KTP

KPK Akan Periksa Setya Novanto Terkait Kasus Korupsi e-KTP

Written By Infobreakingnews on Jumat, 09 Desember 2016 | 20.56

Jakarta, infobreakingnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyidik dugaan pengadaan proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik 2011-2012. Komisi menjadwalkan pemeriksaan pada Ketua DPR RI Setya Novanto pekan depan.

"Kami baru dapat informasi. KPK sudah mengirimkan surat panggilan untuk Setya Novanto, Ketua DPR-RI terkait kasus e-KTP," kata Juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (9/12/2016).


Pemanggilan pada Setnov untuk mengklarifikasi sejumlah kesaksian yang sudah didapat oleh penyidik. Dalam beberapa minggu belakang penyidik sudah memanggil pejabat Kementerian Dalam Negeri hingga Anggota DPR.

"Penyidik akan mengklarifikasi sejumlah informasi untuk memperdalam penyidikan kasus tersebut," tambah Febri.

Ketika ditanya pemanggilan Ketua Umum Partai Golkar itu sekaligus mengklarifikasi aliran uang yang pernah disebut-sebut mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhamad Nazaruddin, Febri tidak mau membukanya.


"Saya tidak mengetahui detailnya. Namun tentu saksi diperiksa karena dipandang mengetahui terkait kejahatan korupsi yang sedang disidik," pungkas Febri.

Adapun, pemanggilan pada Setnov dijadwalkan pada Selasa, 13 Desember 2016. Nama Setnov pernah disebut Nazaruddin dan Anas Urbaningrum sebagai pihak yang mengendalikan proyek KTP-el.

Dalam kasus ini KPK menetapkan dua orang tersangka yakni Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Penduduk pada Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto dan Dirjen Dukcapil Irman.

Irman diduga melakukan penggelembungan harga dalam pengadaan KTP-el dengan kewenangan yang ia miliki sebagai Kuasa Pembuat Anggaran (KPA). Sementara Sugiharto menyalahgunakan wewenang sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). *** Mil.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved