Headlines News :
Home » » Walikota Filipina Ditembak Mati Di Penjara

Walikota Filipina Ditembak Mati Di Penjara

Written By Infobreakingnews on Minggu, 06 November 2016 | 19.37

Rolando Espinosa, Walikota Albuera
Manila, infobreakingnews - Perang terhadap narkoba terus dilakukan di Filipina. Mereka Tak hanya warga sipil saja, pejabat kepolisian juga turut ditembak lantaran terjerat kasus perdagangan Narkoba. Rolando Espinosa, merupakan mayor di pusat Kota Albuera, ditembak petugas kepolisian di penjara. Pria ini mendekam di bui lantaran terbukti memiliki hubungan dengan perdagangan narkoba di Filipina.  Wali kota Filipina  ini ditembak mati di dalam penjara sabtu kemarin . 

Rolando Espinosa  merupakan pejabat lokal kedua yang diduga terlibat narkoba, yang tewas dalam dua pekan terakhir. Demikian disampaikan kepolisian Filipina seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (5/11/2016).

Duterte yang menang mutlak  dalam pemilihan presiden Mei lalu, telah berjanji akan membunuh sekitar 100 ribu penjahat untuk mencegah Filipina menjadi negara narkoba. Duterte pun telah memulai perang melawan narkoba, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 4 ribu orang.

Duterte telah menyebutkan nama sejumlah pejabat lokal, polisi dan hakim-hakim yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba, dan menyerukan mereka untuk menyerahkan diri ke polisi. 

Pada Agustus lalu, Duterte menyatakan  Rolando Espinosa, wali kota Albuera di pulau Leyte dan putranya terlibat peredaran narkoba. Duterte juga memerintahkan mereka untuk menyerahkan diri ke polisi, dan memberikan izin kepada polisi untuk tembak di tempat jika keduanya melawan saat penangkapan.

Espinosa kemudian datang menyerahkan dirinya ke kepala kepolisian nasional, dengan alasan dirinya mengkhawatirkan keselamatan jiwanya. Dia kemudian ditahan bulan lalu.

Namun pada Sabtu (5/11) pagi waktu setempat, kepolisian menyatakan Espinosa tewas di sel penjaranya setelah dia menembak para petugas penjara saat penggeledahan senjata ilegal.


Seperti dilansir  Philippines Star, kejadiannya berlangsung  pada Sabtu dini hari, 5 November 2016 sekitar pukul 04.00. Rekan satu sel Espinosa adalah Raul Yap yang dipenjara atas pelanggaran narkoba sejak 2002.

Martin Andanar, Sekretaris Komunikasi Kepresidenan  menyatakan kematian Espinosa adalah kehilangan besar bagi pemerintah. "Saya terkejut dan pada saat bersamaan saya juga sedih karena Wali Kota Espinosa sangat membantu dalam penyelidikan orang-orang yang terlibat dalam jejaring obat-obatan terlarang," kata Andanar, seperti dilaporkan Philippine Star.

Beberapa kalangan menanjurkan agar kematian Espinosa diselidiki, termasuk bagaimana dia dan rekannya mendapatkan senjata dan apa penyebab terjadinya baku tembak. "Saya mencium pembunuhan tanpa peradilan," kata Senator Panfilo Lacson, mantan Kepala Polisi Nasional Filipina, seperti dilaporkan Associated Press.

Espinosa masuk dalam daftar hitam Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte sebagai pejabat yang terlibat dalam jejaring narkoba. Dia menyerahkan diri pada Agustus lalu dibebaskan. Namun ditangkap kembali pada Oktober dengan tuduhan kepemilikan narkoba dan senjata ilegal. Putra Espinosa, tersangka gembong narkoba ditangkap di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, bulan lalu.

Sebelumnya pada akhir Oktober lalu, seorang wali kota 
Samsudin Dimaukom dan sembilan ajudannya tewas dalam baku tembak di Provinsi Cotabato yang dituduh terlibat peredaran narkoba, di wilayah Filipina selatan.*** Novie Koesdarman 
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved