Headlines News :
Home » » Tragedi Jembatan Cinta Pulau Dewata 8 Tewas

Tragedi Jembatan Cinta Pulau Dewata 8 Tewas

Written By Infobreakingnews on Senin, 17 Oktober 2016 | 08.19

Denpasar, infobreakingnews - Jembatan Kuning untuk penyeberangan Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali mendadak ambruk, Minggu (16/10) petang pukul 18.10 Wita. Akibatnya, 8 orang warga yang lewat tewas mengenaskan, sementara 37 korban lainnya terluka. Diduga kuat, jembatan yang dibangun era 1990-an ini ambruk karena beberapa tali sling sudah putus sejak lama.
Jembatan Kuning yang ambruk kemarin petang panjangnya mencapai 100 meter dengan lebar 1 meter. Jembatan yang terbuat dari kayu dan beton ini menghubungkan kawasan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, yang dipisahkan laut. Anak-anak muda menyebut jembatan bercat kuning ini sebagai Jembatan Cinta.
Hasil investigasi, saat jembatan ambruk kemarin petang, sekitar 75 warga yang rata-rata berpakaian adat sembahyang melintas di atas Jembatan Kuning. Mereka akan berangkat ke Pura Bakung di Banjar Ceningan Kangin, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida.
Sebagian korban naik sepeda motor, sebagian lagi jalan kaki di atas jembatan sepanjang 100 meter tersebut.
Begitu jembatan ambruk, motor-motor yang dinaiki langsung tercebur ke laut berkedalaman lebih dari 1 meter. Demikian pula pamedek yang jalan kaki, sebagian terjebur ke laut. Akibatnya, 8 orang tewas, sementara 37 korban lainnya terluka. Dari 37 korban terluka ini, 2 orang di antaranya luka berat. Para korban dibawa ke Puskesmas Nusa Penida II.
"Kita terima laporan dari Puskesmas Nusa Penida II, tercatat 8 orang meninggal dan 39 korban lagi luka-luka," ungkap petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkung, I Wayan Aryawan, Minggu (16/10) malam.
Menurut Wayan Aryawan, hingga tadi malam pukul 22.15 Wita, 37 korban terluka sudah dibolehkan pulang, sementara 2 orang yang lukanya berat masih memerlukan perawatan medis di Puskesmas Nusa Penida II. "37 korban sudah dibolehkan pulang, sementara 2 korban luka berat lainnya masih dirawat di Puskesmas Nusa Penida II," kata Aryawan.
Delapan korban yang tewas I Wayan Sutamat, 49 (asal Banjar Jungut Batu Kelod, Desa Jungut Batu), I Putu Ardiana, 45 (asal Banjar Jungut Batu Kangin, Desa Jungut Batu), Ni Wayan Merni, 55 (asal Banjar Jungut Batu Kaja, Desa Jungut Batu), I Putu Surya, 3 (balita asal Banjar Jungut Batu Kaja, Desa Jungut Batu), I Gede Senan, 40 (asal Desa Lembongan), Ni Wayan Sunati, 56 (asal Banjar Klatak, Desa-Desa Jungut Batu), Ni Putu Krisna Dewi, 9 (asal Banjar Ancak, Desa Desa Jungut Batu), dan Ni Kadek Mustika, 6 (asal Banjar Ancak, Desa Desa Jungut Batu).
Sebetulnya, Pemkab Klungkung sudah memasang papan peringatan agar berhati-hati melintas di Jembatan Kuning, sejak Selasa (12/10) lalu. Pasalnya, beberapa tali sling ditemukan sudah putus, besi pun telah berkarat karena termakan usia. Namun, imbauan peringatan tersebut tidak diindahkan.
Beberapa detik sebelum jembatan ambruk, jumlah pamedek yang melintas mencapai sekitar 75 orang, baik naik sepeda motor maupun jalan kaki. Tepat pukul 18.10 Wita, tiba-tiba mulai terdengar suara retakan di jembatan. Hal ini sontak membuat warga yang berada di atas jembatan panik dan segera menepi, namun warga yang terjebak di tengah-tengah jembatan, tidak sempat menyelamatkan diri.*** Dewa Putu.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved