Headlines News :
Home » » Polisi Selidiki Kematian Wanita Pemilik Rp 300 Miliar ke Kanjeng Dimas

Polisi Selidiki Kematian Wanita Pemilik Rp 300 Miliar ke Kanjeng Dimas

Written By Infobreakingnews on Selasa, 04 Oktober 2016 | 07.17

Surabaya, infobreakingnews - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim memastikan bakal menyelidiki kematian Najmiah Muin, pengusaha asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang menjadi salah satu pengikut kinasih (paling diperhatikan) Dimas Kanjeng Taat Pribadi (49).
Najmiah meninggal di salah satu rumah sakit di Singapura setelah sebelumnya diberi minuman cairan bening oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi di padepokannya. Ramuan ini agar Najmiah semakin kaya dan berumur panjang.
“Menurut laporan Muhammad Najmur, putra almarhumah ke Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadi dan kemudian diarahkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, ibu asal Makassar itu menyerahkan uang mahar Rp 300 miliar kepada Dimas Kanjeng Taat Pribadi,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol RP Argo Yuwono didampingi Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Taufik Herdiansyah, Senin (3/10) tadi pagi.
Kematian Najmiah diduga keras terkait dengan penghilangan uang mahar yang telah disetorkan sebelumnya kepada Dimas Kanjeng. Para pengikut Dimas Kanjeng menyebutkan, bahwa pimpinan padepokan itu menaruh perhatian yang besar manakala Najmiah beserta putrinya, Muhyina Muin, datang ke padepokan.
Menurut para pengikut Dimas Kanjeng sebelum kedua perempuan ibu anak yang kaya raya asal Makassar itu disebut-sebut merupakan pemberi mahar terbesar kepada yayasan padepokan. Kematian korban diduga keras setelah minum ramuan cairan bening yang diberikan Dimas Kanjeng.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Taufik Herdiansyah membenarkan, bahwa agar penyusunan berita acara pemerikaan (BAP) atas kasus penipuan dari korban bisa fokus dan cepat tuntas, menyusul rampungnya pelimpahan BAP kasus pembunuhan Abdul Gani dan Hidayah Ismail yang diduga diotaki Dimas Kanjeng ke Kejaksaan.
"Kami butuh waktu, mulai dari pembunuhan dua orang (Abdul Gani dan Hidayah Ismail) ke penipuan, lalu kemudian ke dugaan pembunuhan korban yang lain. Beberapa waktu lalu kami menerima banyak laporan orang hilang dan atau penemuan mayat misterius,” ujarnya.
Argo menambahkan dugaan Najmiah Muin meninggal karena diracun, masih memerlukan bukti yang kuat. Penyidik nantinya akan mencari data (diagnosis) mulai dari rumah sakit yang menangani korban Najmiah.
Dia juga menyatakan tidak berani berspekulasi apakah makam korban Najmiah nantinya dibongkar atau tidak. “Sekarang ini penyidik masih fokus pada laporan, anak korban Muhammad Najmur ke Polda Jatim, Jumat (30/9) yang lalu. Muhammad Najmur datang ke Polda Jatim didampingi anggota DPR RI, Akbar Faisal,” tandas dia.
Sesuai keterangan Faisal Akbar saat itu, Najmiah sempat minum ramuan cair bening dari Dimas Kanjeng yang menjadi tersangka otak pembunuhan Abdul Gani dan Hidayah Ismail. Tak lama korban minum cairan bening itu kemudian sakit dan dirawat di sebuah Rumah Sakit di Singapura.
Selama sakit, ujung tangannya menghitam lalu meninggal dunia. “Belum tahu penyebabnya karena dokter belum sempat mendiagnosis. Almarhumah lalu meninggal dunia. Ramuan yang diminum almarhumah itu dihabiskan tanpa sisa,” ujar Akbar Faisal saat di Mapolda Jatim.
Diduga kuat, cairan yang diberikan kepada almarhumah cara kerjanya relatif lambat dengan tanda-tanda awal perut sakit dan mual kemudian fungsi lever dan ginjal terganggu sehingga berujung kematian. Racun jenis ini walau orangnya telah meninggal dunia yang cukup lama bisa dideteksi lewat rambut dan kuku. *** Dani Setiawan.



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved