Headlines News :
Home » » Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Menangis Jengkel Ditahan KPK

Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Menangis Jengkel Ditahan KPK

Written By Infobreakingnews on Senin, 24 Oktober 2016 | 19.42

Jakarta, infobreakingnews - 5 tahun lebih Mantan Menteri Kesehatan RI, Siti Fadilah Supari,dinyatakan sebagai tersangka oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akhirnya hari ini Senin (24/10) dijebloskan kedalam sel tahanan, setelah sebelumnya pada pekan kemarin Siti fadilah melakukan gugatan praperadilan terhadap KPK, lalu kalah dan terkesan KPK menjadi panik sehingga melakukan penahanan terhadap perempuan yang pernah menjadi anggota dewan pertimbangan Presiden SBY.
KPK menahan Fadilah terkait pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk kebutuhan pusat penanggulangan krisis Departemen Kesehatan dari dana Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2007.
"Akhirnya saya selama lima tahun ditunjukkan dengan hukum yang sangat tidak adil. Pak Jokowi saya harap adil menegakkan hukum dengan betul-betul. Banyak kasus yang berat-berat malah dibiarkan. Sedangkan saya yang sebetulnya tidak bersalah harus ditahan dan harus bersalah. Ini tidak adil. Ini betul-betul dikriminalisasi. Janganlah kasus ini untuk menutupi kasus yang lebih besar. Jangan pengalihan isu memakai isu saya," kata Siti dengan suara tangis saat keluar dengan rmemakai rompi tahanan KPK.
Apalagi, dalam pemeriksaan kali ini, Siti mengaku tidak dikonfirmasi mengenai substansi kasus. Siti hanya dikonfirmasi penyidik mengenai sejumlah nama.
"Tidak ditanya apa-apa. Cuma ditanya kenal ini, sama kenal ini atau tidak, kok ditahan. Belum sampai pada pokok perkara. Saya merasa ini sangat tidak adil," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Siti membantah terlibat kasus dugaan korupsi alkes. Siti juga merasa tidak pernah menerima Mandiri Traveller's Cheque (MTC) senilai Rp 1,275 miliar seperti yang disebutkan dalam dakwaan mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Rustam Syarifudin Pakaya.
"Saya tidak menerima dan tidak ada yang dituduh sebagai pemberi. Kemudian tidak ada juga bukti saya menerima, siapa yang memberi, kapan dan dimana," katanya.
Siti juga mengaku kasus yang menjeratnya ini tidak ada hubungannya dengan dakwaan milik terdakwa Ratna Dewi Umar. Dalam dakwaan tersebut disebutkan, Siti selaku Menteri Kesehatan mengarahkan agar pengadaan alat kesehatan flu burung tahun 2006 dilakukan dengan metode penunjukan langsung dan Bambang Rudijanto Tanoesudibjo (PT Prasasti Mitra) sebagai pelaksana proyek. *** Candra Wibawanti.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved