Headlines News :
Home » » Puluhan Kasus Rekening Gendut Pejabat Terbiarkan KPK

Puluhan Kasus Rekening Gendut Pejabat Terbiarkan KPK

Written By Infobreakingnews on Sabtu, 17 September 2016 | 06.12

Jakarta, infobreakingnews - Ini suatu bukti kalau KPK memang tidak mampu bergerak apalagi menyentuh kasus korupsi besar terhadap sejumlah pejabat berkuasa yang menelan ratusam miliar uang rakyat, tapi justru publik hanya dipertontonkan KPK menangani kasus kecil recehan yang mustinya cukup ditangani oleh Polri.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menyampaikan laporan hasil analisis (LHA) terhadap 10 kepala daerah yang memiliki rekening gendut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) sejak 2015 lalu. Bahkan, isu mengenai kepala daerah berekening gendut telah bergulir sejak 2014. Namun, hingga kini tindak lanjut dari laporan tersebut masih diselimuti tanda tanya.
Mandeknya pengusutan rekening gendut kepala daerah diduga lantaran KPK tersandera Kejagung. KPK menunggu pengusutan yang dilakukan Kejagung. Namun, hingga kini Kejagung seolah tidak memiliki niat mengusut tuntas kasus tersebut.
"Ini yang saya bilang ada miskoordinasi antarpenegak hukum. KPK menunggu Kejaksaan (Agung) dan Kejaksaan tidak ada niat untuk menyelesaikan. Jadi KPK tersandera," kata Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada, Fariz Fachryan kepada SP, Kamis (15/9).
Pada akhir 2014, Kejaksaan Agung diketahui sempat mengusut rekening gendut sejumlah kepala daerah berdasar laporan PPATK. Salah satunya, Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam yang memiliki transaksi mencurigakan. Namun, Kejaksaan Agung menghentikan penyelidikan kasus ini dengan alasan minimnya alat bukti dan transaksi mencurigakan tersebut murni merupakan bisnis. Belakangan, KPK menetapkan Nur Alam sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian izin usaha pertambangan (IUP) kepada PT Anugrah Harisma Barakah (AHB). Nur Alam diduga menerima imbal balik atau kick back dari IUP yang diberikan kepada PT AHB.
Kasus ini terkait dengan transaksi mencurigakan sebesar 4,5 juta dolar AS di rekening milik Nur Alam yang diduga dikirim dari Richcorp International. Perusahaan yang berbasis di Hong Kong ini merupakan rekan bisnis PT Billy Indonesia yang berafiliasi dengan PT AHB.*** Ira Maya.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved