Headlines News :
Home » » Polisi Tangkap Paranormal Kanjeng Taat Pribadi Otak Pembunuhan

Polisi Tangkap Paranormal Kanjeng Taat Pribadi Otak Pembunuhan

Written By Infobreakingnews on Sabtu, 24 September 2016 | 06.11

Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Probolinggo, infobreakingnews - Dimas Kanjeng Taat Pribadi (47), dukun yang memiliki padepokan, yang selama dua tahun terakhir dikenal memiliki ilmu gaib mampu menggandakan uang rupiah pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 bernilai miliaran rupiah, tak berkutik ketika ditangkap polisi,
Ia ditangkap Ditreskrimum Polda Jatim dan Satreskrim Polres Probolinggo karena diduga sebagai otak pelaku pembunuhan yang direncanakan atas dua mantan santrinya yang juga korban penipuan penggandaan uang secara gaib puluhan miliar rupiah.
Polisi menangkap Dimas di tempat tinggalnya di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di kawasan Dusun Sumber Cengkelek, RT-22/RW-08, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.
"Kami memang mengantisipasinya dengan menerjunkan 1.383 personel gabungan dari Polda Jatim dan Polres Probolinggo,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol R. Prabowo Argo Yuwono, saat mendampingi Waka Polda Jatim Brigjen Pol Gatot Subroto yang memimpin langsung penangkapan, Kamis.
Pada 11 Januari 2016 lalu, tersangka pernah mengundang para Raja Nusantara se-Indonesia pada penobatan (Jumenengan) dirinya sebagai Raja Jatim bergelar Sri Raja Prabu Rajasa Nagara itu.
Saat akan ditangkap dia bersembunyi di kawasan padepokan miliknya yang memiliki banyak rumah dan dipagari banyak pengikutnya di kawasan padepokan yang luasnya dua kali lapangan sepakbola.
“Kami kerahkan sekitar 1.383 personel gabungan (Brimob) Polda Jatim dan (Satreskrim dan Sabhara) Polres Probolinggo dan Polres Pasuruan dan Polres Malang sebagai antisipasi menghadapi para santri setianya yang bisa saja dipakai tersangka sebagai pelindungnya,” tambah Argo Yuwono.
Penangkapan terpaksa dilakukan karena panggilan pertama dan kedua sampai ketiga dari penyidik Ditreskrim Polda Jatim, diabaikan.
Namun sewaktu tersangka ditangkap dalam kondisi mengenakan pakaian warna biru panjang model gamis, tersangka tak melakukan perlawanan. "Padahal sebelumnya disebut-sebut ada ratusan santri setianya yang selama ini bertindak sebagai tameng hidup," tandas Argo Yuwono.
Setelah ditangkap Dimas dimasukkan ke dalam mobil Barrakuda dan dibawa ke Mapolda Jatim di Surabaya guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Dimas ditangkap sebagai tersangka pelaku utama penggandaan uang dengan memakai nama Bank Gaib serta kasus pembunuhan dua santrinya. Para santtri itu menagih utang karena uang ratusan juta rupiah yang "dipinjam" Dimas untuk digandakan menjadi triliunan rupiah tak kunjung terealisasi.
Santri bernama Abdul Ghani pedagang emas warga Desa Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mayatnya ditemukan di dekat jembatan Waduk Gajah Mungkur di wilayah Wonogiri, Jawa Tengah pada 4 April 2016. Sedangkan sebelumnya, korban Ismail, pedagang asal Situbondo, ditemukan tewas di kawasan Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, pada Februari 2015.
Pembunuhan itu sendiri menurut pengakuan 10 orang tersangka yang disebut sebagai "Tim Pelindung Raja" (pengawal) yang diamankan sebelumnya, dilakukan di ruang tertutup yakni tempat praktik gaib Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Tim tersebut sekaligus bertindak sebagai algojo Dimas Kanjeng,
Kedua santri dibunuh saat menagih uangnya dan mengancam akan melaporkan aksi penipuan ini ke Polisi. Dimas Kanjeng lalu memanggil ke ruangannya dan saat berada di dalam, Ismail (dan Abdul Ghani) dikeroyok dan dijerat lehernya oleh 22 orang pengawal Kanjeng Dimas.
“Semuanya sudah ditangkap dan ditahan sejak tiga bulan lalu. Sedangkan Dimas Kanjeng kami tangkap terakhir,” ujar Argo Yuwono.
Kendati diduga sebagai otak pelaku pembunuhan, penyidik masih memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan, dengan memberikan surat panggilan secara patut terlebih dahulu sebanyak dua kali. Dalam surat penangkapan yang diterbitkan oleh Polda Jatim, Dimas Kanjeng dijerat Pasal 340 KUHP yo Pasal 55 KUHP sebagai dalang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.*** Dani Setiawan.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved