Headlines News :
Home » » Otoritas Jasa Keuangan OJK Tak Mampu Lakukan Deteksi Dini Kejahatan Perbankan

Otoritas Jasa Keuangan OJK Tak Mampu Lakukan Deteksi Dini Kejahatan Perbankan

Written By Infobreakingnews on Kamis, 08 September 2016 | 07.37

Jakarta, infobreakingnews - Otoritas Jasa Keuanganan (OJK) merupakan lembaga pengawasan terhadap pencegahan kejahatan perbankan, yang mana hampir semua pegawai OJK itu adalah mantan pegawai BI, dinilai kecolongan dan gagal melakukan deteksi dini atas kasus pembobolan uang Rp 18 miliar milik Bank Of India Indonesia Tbk yang membuat pihak Dit Krimsus Polda Metro Jaya harus bekerja ekstra keras dalam mengungkap kejahatan perbankan dengan modus baru yang dilakukan Muhamad Yunan, mantan kepala Cabang MD Place Bank Of India dimana Yunan bekerja sama dengan HK, salah seorang pejabat Bank Of India dikantor pusat Samanhudi Jakarta, dimana keduanya telah ditahan Polisi.

Yunan dapat meloloskan pencairan melalui rekening nasabah bernama Kunal Gobindram Nathani, yang sesungguhnya merupakan nasabah bermasalahbahkan pernah diadili dalam kasus yang sama, tapi justru Kunal bisa melakukan sebanyak 37 kali transaksi melalui proses pencairan clearing BI yang tidak pernah memilki saldo yang cukup saat terjadi pencairan dana.

Anehnya walaupun uang jarahan melalui pencairan 37 kali transaksi itu lewat clearing BI, tidak ditemukan pendebetan pada saldo Kunal, berkat kerja sama kepala Cabang dan oknum kantor Pusat yang tidak terdeteksi pihak OJK dan Bank Indonesia.

"Mustinya OJK sebagai pengawas pada Bank Of India Indonesia Tbk itu dapat melakukan deteksi dini lewat monitoring perbankan, sekaligus melaporkan dugaan tindak kejahatan perbankan itu kepihak Polisi.Karena OJK wajib melakukan pengawasan sekaligus melaporkannya ke pihak Polisi." kata Alex Febriawan, eksekutif monitoring BI kepada infobreakingnews.com, Rabu (7/9/2016) diruang kerjanya.

Namun Alex mengaku terkejut dan apa yang dilakukan oleh Muhammad Yunan cs itu sangat licik dan tak bisa terkejar logika, karena mustinya secara sistem perbankan, penarikan atau pencairan tidak dapat dilakukan jika ternyata saldonya tidak mencukupi. 

" Kasus seperti ini bisa terjadi karena adanya persetujuan dari pihak kantor pusat Bank Of India atas permohonan yang dilakukan Yunan sebagai kepala cabangnya.Kasus ini perlu didalami oileh pihak terkait, karena sekian banyak transaksi yang dilakukan tapi nyatanya tidak terdebet disaldo rekening" terang Alex.

Sampai dengan berita ini diturunkan, pihak Ditkrimsus Polda Metro Jaya sudah menahan tersangka Muhammad Yunan, dan Heru Kurniawan dengan Pasal 374 KHUP dan Pasal 49 Ayat 1 UU RI No.10Tahun 1998 Tentang Perbankan dan Pasal 3,4,5 UU RI No.8 Tahun 2010 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Dipastikan masih ada tersangka baru lainnya, yang sampai kini masih terus dikembangkan." kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono saat wartawan melakukan klarifikasi. *** Emil Simtupang.



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved