Headlines News :
Home » » Masyarakat Papua Barat Desak KPK Menindak Lanjuti Laporan Terkait Tanah Yang Dimainkan

Masyarakat Papua Barat Desak KPK Menindak Lanjuti Laporan Terkait Tanah Yang Dimainkan

Written By Infobreakingnews on Kamis, 01 September 2016 | 07.28

Jakarta, infobreakingnews - Terkait ganti rugi lahan sejumlah warga Papua yang sampai kini beklum juga dibayarkan oleh pihak Pemda setempat, sejumlah tokoh Papua mendatangi gedung KPK, melaporkan adanya indikasi korupsi terkait uang yang masih belum dibayarkan itu.
Sejumlah warga yang mewakili marga Anni di Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat, mengadu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait ganti rugi hak ulayat (tanah adat) yang belum tuntas.
Pengaduan yang disampaikan ke KPK di Jakarta, Rabu (30/8) itu setelah Pemkab Sorong Selatan dinilai tidak memenuhi kewajiban ganti rugi lahan yang digunakan untuk komplek perkantoran Pemkab tersebut di Teminabuan.
Menurut salah satu ahli waris Daniel Anny Keya, pihaknya masih menuntut ganti rugi sebesar Rp 50 miliar sebagaimana diputuskan oleh Pengadilan Negeri Sorong dan Pengadilan Tinggi Jayapura.
“Kami terus berjuang untuk mendapatkan hak-hak kami yang diperkuat dengan putusan hukum,” katanya.
Seperti diketahui, Pada 2011 lalu, para ahli waris marga/keret Anny menggugat pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri, Gubernur Papua Barat dan Bupati Sorong Selatan atas tanah adat sekitar 100 hektare (ha) yang dialihfungsikan sebagai komplek perkantoran Pemkab Sorong Selatan.
Gugatan itu dimenangkan masyarakat dan bari sekitar Rp 7 miliar yang dibayar oleh Pemkab Sorong Selatan. Setelah itu, tidak ada lagi pembayaran yang masih tersisa Rp 43 miliar sehingga warga pernah melakukan pemalangan Kantor DPRD Sorong Selatan dan Kantor Bupati Sorong Selatan.
Masyarakat Papua mendesak agar KPK segera lakukan penyelidikan setelah mendapat berkas laporan pengaduan mereka. *** Johanda Sianturi.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved