Headlines News :
Home » » Apotik Yang Jual Obat Palsu Bisa di Pidana Berat

Apotik Yang Jual Obat Palsu Bisa di Pidana Berat

Written By Infobreakingnews on Minggu, 25 September 2016 | 16.23

Medan, infobreakingnews - Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) Sumatera Utara, Abubakar Siddik, mengatakan, pihaknya berharap agar kalangan apoteker dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk mengantisipasi peredaran obat yang telah kedaluwarsa.
"Sebab, masih banyak ditemukan obat yang kedaluwarsa (expired) atau masa berlakunya telah habis dijual di apotek yang harus secepatnya ditarik dari peredaran," kata Abubakar, di Medan, Minggu (25/9).
Menurut dia, konsumen mau pun masyarakat jangan sampai dibiarkan mengonsumsi obat-obat yang kedaluarsa itu karena jelas sangat berbahaya bagi kesehatan. "Diharapkan jangan sampai ada jatuh korban dari masyarakat karena menggunakan obat ilegal tersebut," ujar Abubakar.
Apoteker, sebutnya, harus mengawasi obat palsu dan kedaluwarsa, karena hal itu merupakan kewenangan mereka. Apoteker tidak perlu takut melaporkan obat palsu dan kedaluarsa tersebut kepada petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk dilakukan penarikan atau pemusnahan. Hal itu merupakan jalan terbaik yang harus dilakukan agar konsumen tidak sampai terkecoh membeli obat kedaluarsa mau pun palsu yang tidak boleh beredar di masyarakat.
"Apotek yang kedapatan menjual obat kedaluarsa dapat dipidana karena melanggar UU Kesehatan dan juga UU Konsumen," ucapnya.
Abubakar mengatakan, apoteker juga dapat mencegah obat yang telah diganti tanggal masa kedaluwarsanya yang dapat dianggap sebagai penipuan kepada konsumen. Kemudian, pemilik apotek juga harus bersikap jujur dalam menjual obat-obat yang ada di tokonya, dan segera mengembalikan obat yang telah kedaluarsa kepada pihak produsen.
"Petugas BPOM harus segera turun ke lapangan dan melakukan razia apotek yang menjual obat-obat yang telah expired dan menidak tegas yang melakukan penyimpangan tersebut," tambah Abubakar.*** Ucok Baron.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved