Headlines News :
Home » » Walikota Semarang Akui Terima Rp 300 Juta Dari Damayanti

Walikota Semarang Akui Terima Rp 300 Juta Dari Damayanti

Written By Infobreakingnews on Senin, 01 Agustus 2016 | 19.30

Hendrar Ketika Bersaksi
Jakarta, infobreakingnewsWali kota Semarang Hendrar Prihadi tak manampik pernah mendapat suntikan dana dari Damayanti Wisnu Putranti. Jumlahnya Rp300 juta.

Damayanti, eks anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, menyodorkan duit ketika Hendrar tengah sibuk bertarung pada Pilkada Semarang. Uang diserahkan Dessy Ariyanti Edwin dan Julia Prasetyarini, anak buah Damayanti, di Hotel Novotel, Semarang.


"Bahasanya oleh-oleh," kata Hendrar saat bersaksi buat terdakwa Damayanti di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (1/8/2016).

Hendrar mengaku, sempat menolak menerima duit itu. Tapi, akhirnya dia luluh setelah Dessy dan Julia menyebut itu uang patungan dari teman-teman mereka di Jakarta.

"Bu Dessy menyampaikan `Ini ada gotong royong teman-teman di Jakarta`, jadi saya pikir gotong royong dari DPR," kata Hendrar.

Hendrar lalu menyerahkan uang kepada Farkhan Hilmi, anak buahnya, untuk kemudian diteruskan ke Sekretariat DPC Partai PDI Perjuangan.

"Setelah kejadian OTT saya tanyakan jumlahnya Rp300 juta," ungkap Hendrar yang mengaku sudah mengembalikan uang gotong royong itu ke KPK dengan cara transfer bank.

Keterangan Hendrar diperkuat keterangan Farkhan. Dimintai keterangan di persidangan, dia mengatakan, pertemuan di Hotel Novotel berlangsung pada 29 November 2015. Farkhan membenarkan bosnya sempat menolak pemberian uang dari Dessy dan Julia.

"Ini ada bantuan teman Jakarta untuk bantuan operasional pemenangan Pilkada di kota Semarang. Sempat bantah-bantahan, seingat saya gitu enggak enak dibantu perempuan," ujar Farkhan.

Dalam dakwaan, Jaksa Iskandar Murwanto membeberkan, Damayanti `memalak` Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir untuk ikut mengamankan pilkada Jateng. Khoir menyanggupi dengan syarat: Damayanti memberikan beberapa proyek untuk PT Windhu.

Damayanti dan Khoir sepakat. Khoir juga menepati janji. Dia mengguyur Damayanti dengan uang setelah PT Windhu mendapatkan sejumlah proyek dalam program aspirasi proyek pembangunan BPJN IX ke RAPBN 2016.

"Abdul Khoir menyuruh Erwantoro, stafnya, memberikan Rp1 miliar pada 26 November 2015 di kantor KemenPUPR dalam bentuk dollar Amerika Serikat," beber Iskandar pada persidangan, Rabu (8/6/2016).

Uang, tambah Iskandar, diterima Dessy dan sebagian kemudian disalurkan kepada Hendrar. Selain untuk Hendrar, duit dari Khoir juga mengalir kepada Widya Kandi Susanti dan Gus Hilmi, calon Bupati dan calon Wakil Bupati Kendal. Masing-masing mendapat Rp150 juta.

Uang sisanya, sejumlah Rp400 juta, kemudian dipecah-pecah lagi. Dessy dan Julia masing-masing kecipratan Rp100 juta, sedangkan Damayanti mengangongi Rp200 juta.*** Mil.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved