Headlines News :
Home » » Sungguh Kejam, OC.Kaligis Yang Kini Berumur 85 Tahun, Masih Dihukum 10 Tahun Penjara

Sungguh Kejam, OC.Kaligis Yang Kini Berumur 85 Tahun, Masih Dihukum 10 Tahun Penjara

Written By Infobreakingnews on Jumat, 12 Agustus 2016 | 21.00

Velove Putri Kesayangan OC.Kaligis Menangis Sedih Atas Hukuman Berat MA
Jakarta, infobreakingnews - Artis Velove Vexia menilai hukuman 10 tahun penjara yang dijatuhkan Mahkamah Agung terhadap ayahnya, OC Kaligis atas perkara suap Majelis Hakim PTUN Medan tidak adil. Hal ini lantaran Majelis Hakim yang menerima suap mendapat hukuman lebih rendah dari sang ayah.
"Aku akan bilang ini enggak adil. Hakim yang terlibat dalam masalah ini kan cuma 3 dan 4 tahun, tapi kenapa bapakku justru dihukum sampai sepuluh tahun penjara" kata Velove di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (12/8).
Untuk itu, Velove meyakini sang ayah yang juga advokat senior bakal melakukan upaya hukum terhadap putusan Majelis Hakim Kasasi MA.
Dikatakan, pihaknya akan mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) atas putusan MA yang sudah berkekuatan hukum tetap dan mengikat tersebut. Namun, Velove mengaku belum mengetahui secara pasti bukti baru yang bakal disampaikan dalam PK nanti.
Diketahui, Mahkamah Agung memperberat hukuman OC Kaligis dari tujuh tahun penjara menjadi 10 tahun penjara setelah permohonan kasasinya ditolak. OC Kaligis menjadi terpidana kasus dugaan suap Ketua PTUN Medan, Sumatera Utara, bersama dua hakim lainnya dalam rangka mengamankan kliennya, Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjo Nugroho dalam korupsi dana bantuan sosial atau bansos Sumut.
Majelis Hakim Kasasi yang diketuai Artidjo Alkostar dengan anggota Krisna Harahap dan M Latif juga menjatuhkan hukum pada Kaligis untuk membayar denda Rp 500 juta subsider enam bulan.
Majelis Hakim MA menilai Kaligis telah terbukti memberikan uang suap kepada Ketua PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro dan dua anggota majelis hakim PTUN Medan, Dermawan Ginting dan Amir Fauzi serta Panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan.
Suap ini bertujuan untuk memengaruhi putusan perkara pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atas penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH), dan penyertaan modal pada sejumlah BUMD pada Pemerintah Provinsi Sumut.
Menurut majelis hakim yang diketuai hakim agung Artidjo Alkostar, OC Kaligis yang bergelar guru besar seharusnya menjadi panutan yang harus digugu dan ditiru oleh seluruh advokat dan mahasiswa.
Sebagai seorang advokat terdakwa seharusnya steril dari perbuatan-perbuatan memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada Hakim, pejabat pengadilan atau pejabat lain dalam menjalankan profesinya sesuai sumpah jabatan yang harus dipatuhi setiap Advokat seperti tertuang dalam Pasal 4 UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat.
Kaligis sebelumnya divonis Pengadilan Tipikor Jakarta dengan hukuman 5,5 tahun penjara denda Rp300 juta. Hukuman Kaligis bertambah menjadi 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta di tingkat banding. Di tingkat kasasi, hukuman Kaligis diperberat sesuai tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada KPK di tingkat pertama yakni hukuman 10 tahun denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.
Hukuman terhadap Kaligis merupakan yang paling berat diantara para terdakwa lainnya dalam kasus ini. Gatot dan istrinya Evy divonis 3 tahun penjara. Demikian juga dengan Syamsir yang dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Sementara Tripeni, Amir, dan Dermawan serta Garry dihukum 2 tahun penjara.
Sementara saat ini usia OC.Kaligis sudah 85 tahun, apakah Kaligis masih bisa bertahan hidup dipenjara selama 10 tahun lagi ? Sungguh tidak adil. *** Candra Wibawanti.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved