Headlines News :
Home » » Presiden Copot Sudirman Said, Langsung Tarif Listrik Turun 12%

Presiden Copot Sudirman Said, Langsung Tarif Listrik Turun 12%

Written By Infobreakingnews on Senin, 01 Agustus 2016 | 19.55

Jakarta, infobreakingnews - Hal ini hanya terjadi pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebelumnya dipemerintahan masa lampau jika harga sudah naik , nyaris tak pernah turun lagi. Karena itu masyarakat luas menyambut gembira turunnya tarif listrik mulai Agustus 2016, bulan ini. PT PLN (Persero) menyatakan akan menurunkan tarif listrik adjustment untuk 12 golongan pada Agustus 2016. Penurunan tariff tersebut dikarenakan menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat dan turunnya harga minyak Indonesa (Indonesian Crude Oil Price/ICP).

Senior Manager Public Relation PLN, Agung Murdifi menyebutkan, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika pada Juni 2016 menguat sebesar Rp64,6 dari sebelumnya pada Mei 2016 sebesar Rp13.419,65 per USD menjadi Rp13.355,05 per USD.

Sementara untuk harga ICP pada Juni 2016 turun USD0,18 per barrel, sebesar USD44,68 per barrel pada Mei 2016 menjadi USD44,50 per barrel. Kemudian, inflasi pada Juni 2016 meningkat 0,42 persen dari sebelumnya pada Mei 2016 sebesar 0,24 persen menjadi 0,66 persen.

"Rupiah menguat, harga ICP turun, tarif listrik Agustus turun," kata Agung kepada infobreakingnews.com, di Jakarta, Senin (1/8/2016).

Agung menjelaskan, akibat dari perubahan nilai ketiga indikator tersebut, tarif listrik pada Agustus 2016 di Tegangan Rendah (TR) menjadi Rp1.410,12 per kWh, tarif listrik di Tegangan Menengah (TM) menjadi Rp1.084,66 per kWh, tarif listrik di Tegangan Tinggi (TT) menjadi Rp971,01 per kWh, dan tariff listrik di Layanan Khusus menjadi Rp1.593,78 per kWh.

Sementara itu, 25 golongan tarif lainnya tidak berubah. Pelanggan rumah tangga kecil daya 450 VA dan 900 VA, bisnis dan industri kecil serta pelanggan sosial termasuk dalam 25 golongan tarif tersebut. Pelanggan golongan ini masih diberikan subsidi oleh Pemerintah.

Perubahan tarif pada Agustus 2016 ini hanya berlaku bagi konsumen mampu dengan jumlah 12,2 juta atau 19,6 persen dari 62,2 juta konsumen. Sementara jumlah pelanggan yang tidak mengalami perubahan tarif adalah 50 juta atau 80,4 persen dari 62,2 juta konsumen.

Seperti diketahui sebelumnya, Tarif Tenaga Listrik (TTL) terdiri dari 37 golongan tarif. Dua belas golongan tarif yang diberlakukan mekanisme Tariff Adjustment adalah tarif yang tidak disubsidi pemerintah. Kedua belas golongan tarif tersebut adalah sebagai berikut:

1. Rumah Tangga R-1/Tegangan Rendah (TR) daya 1.300 VA. 
2. Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200 VA.
3. Rumah Tangga R-2/TR daya 3.500 VA s.d 5.500 VA.
4. Rumah Tangga R-3/TR daya 6.600 VA ke atas.
5. Bisnis B-2/TR daya 6.600VA s.d 200 kVA.
6. Bisnis B-3/Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA.
7. Industri I-3/TM daya diatas 200 kVA. 
8. Industri I-4/Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas.
9. Kantor Pemerintah P-1/TR daya 6.600 VA s.d 200 kVA.
10. Kantor Pemerintah P-2/TM daya diatas 200 kVA.
11. Penerangan Jalan Umum P-3/TR dan.
12. Layanan khusus TR/TM/TT.


Dengan digantinya Menteri ESDM yang mengatur sumber energi terutama soal tarif listrik, suatu bukti memang sepantasnya Presiden Joko Widdodo mencopot Sudirman Said.*** Candra Wibawanti.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved