Headlines News :
Home » » Penasehat Hukum Jessica Laporkan Hakim Binsar Gultom Karena Arogan Dipersidangan

Penasehat Hukum Jessica Laporkan Hakim Binsar Gultom Karena Arogan Dipersidangan

Written By Infobreakingnews on Kamis, 11 Agustus 2016 | 19.10

Binsar Gultom
Jakarta, infobreakingnews - Binsar Gultom, hakim yang kini bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang juga merupakan anggota majelis hakim dalam perkara Kopi Beracun dengan terdakwa Jessica, dilaporkan oleh Tim penasihat hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso,  kepada Komisi Yudisial (KY), karena dinilai melanggar kode etik hakim,  bahkan dinilai arogan, karena menghina penasehat hukum dan cendrung memihak.
Mantan Ketua Umum PERADI, DR. Otto Hasibuan, yang merupakan salah satu pengacara terdakwa Jessica, hari ini Kamis (11/8) telah  membuat surat pengaduan agar KY melakukan pemeriksaan terhadap hakim Binsar Gultom, yang acap kali bersuara lantang meledak ledak tanpa tendenng aling-aling, mengucapkan kata kata yang tidak pantas sebagai seorang hakim.
Dikatakannya, Binsar diduga telah berbicara kasar dan menghina penasihat hukum, mengarahkan saksi-saksi, melanggar hukum acara, menyatakan pendapatnya secara terbuka tentang fakta persidangan yang sedang berjalan.
"Sehingga dapat merugikan klien kami terdakwa Jessica Kumala Wongso. Jadi tim pembela Jessica mengadukan hal tersebut," ungkapnya.
Otto menyampaikan, salah satu pernyataan Binsar yang dinilai tim penasihat hukum melanggar praduga tidak bersalah yakni, terkait pelaku kejahatan dapat dihukum walaupun tidak ada saksi yang melihat. Seperti contoh, kasus pembunuhan anak di bawah umur di Jasinga Bogor. Kendati tidak ada saksi yang melihat pembunuhan itu, tetapi akhirnya dapat dihukum seumur hidup.
"Tidak ada yang lihat, jadi bagaimana hukum di Indonesia ini. Tidak ada yang lihat tapi dihukum. Kan ini harus ada pembuktian, terdakwa itu yang setelah dituduh perbuatannya kan harus dibuktikan siapa yang melihat, mendengar dan mengalami," ucap Binsar dihadapan persidangan, sebagaimana yang terekam pada dokumentasi tim lawyer.
Ia menyampaikan, tim penasihat hukum juga memohon kepada Komisi Yudisial untuk melakukan pengawasan dalam persidangan.
"Permohonan ke KY untuk pengawasan dalam persidangan. Kalaupun (Binsar) tidak diganti kami mohon kepada KY mengawasi persidangan. Itu wajar," tandasnya.
Merespon laporan itu, Juru Bicara KY, Farid Wajdi menyampaikan, pihaknya baru menerima laporan, dan masih akan memprosesnya sesuai dengan prosedur.
"Berkaitan dengan pemantauan persidangan, KY sejak proses pemeriksaan saksi telah melakukan pemantauan atas inisiatif KY. Tim pemantau KY senantiasa hadir mengikuti prosesi persidangan sesuai tahapan yang ada," kata Farid kepada infobreakingnews.com, Kamis (11/8) di Jakarta. *** Mil.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved