Headlines News :
Home » » Mengungkap Topeng Gatot Brajamusti

Mengungkap Topeng Gatot Brajamusti

Written By Infobreakingnews on Selasa, 30 Agustus 2016 | 05.04

Kandidat Ketua Umum PARFI Andre Da Silva bersama CEO Group Media Online Breaking News Emil Foster Simatupang di lokasi Kongres PARFI 15 di Golden Tulip Mataram, Sabtu (28/8).
Mataram, infobreakingnews -  Kongres PARFI ke 15 di kota Mataram, NTB yang terselenggara sejak hari jumat hingga Minggu tanggal 28 Agustus 2016 penuh kelicikan dan nyaris berkali kali terjadi adu bentrok pisik diantara dua kubu, karena ambisi Gatot Brajamusti yang masih ingin menjadi ketua umum di organisasi insan perfilman itu, dengan berbagai upaya kelicikan yang dilakukan para pendukung Gatot untuk menjegal Andre Da Silva, tokoh muda yang didukung oleh kalangan artis senior Parfi, menjadi rival Gatot dalam pemilihan Calon Ketum PARFI, masa bakti 2016 - 2021.
Puncak kegaduhan di ruang aditorium Hotel Golden Tulip, yang berada ditengah pusat kota Mataram itu saat salah seorang panitia dari kubu Gatot bernama Helen mencoba menjegal Andre yang membawa pendukung hampir seratus orang artis senior ibukota Jakarta, dengan mempermasalahkan Andre yang menurut panitia settingan, bahwa surat keterangan bebas narkoba Andre dianggap tidak sah, dan hanya surat keterangan bebas narkoba Gatot yang dianggap sah dan cukup komplit uraiannya.
Hal ini menjadikan keributan yang nyaris baku hantam karena sejak pagi suasana kongres sudah panas karena Gatot memasukan Ozzy, salah satu peserta yang belum memiliki Anggota Biasa(AB) sebagai syarat mutlak peserta kongres, malah Ozzy diajdikan Gatot sebagai salah satu peminpin sidang.
Akhirnya Gatot yang dikenal royal memberikan uang kebanyak orang terdekatnya itu terpilih kembali menjadi Ketum APRFI melalui votting suara, dimana Gatot mendapatkan jauh lebih besar suara dari Kandidat Ketua Umum Parfi Andre yang sesungguhnya sejak awal sangat ditakuti oleh kubu Gatot.

Banyaknya dukungan ditubuh Andre yang kecewa itulah menjadikan bom waktu yang meledak menghancurkan Gatot yang sesungguhnya adalah seorang penjahat kelamin yang juga pemakai narkoba berat, dengan dugaan berbagai tindak kriminal akibat ditemukannya narkoba dan dua pucuk Pistol serta ratausan amunisi dirumah Gatot, namun Gatot yang selama ini bertopeng dibalik gayanya seorang ustadz bahkan sebelumnya mengaku dirinya sebagai seorang paranormal menjadi Ketua Umum PARFI sejak 2010 itu, dimana selalu Gatot tampil bak seorang ulama dan banyak memberikan nasihat agama, padahal Gatot sesungguhnya penuh dengan kebobrokan moral dimata para senior perfilman.

"Info penting dari Mataram yang langsung disikapi oleh pihak Bareskrim Mabes Polri mengintruksikan anggota melakukan gerak cepat menangkap Gatot yang diduga sedang berpesta kemenangannya yang dia dapat dari kelicikannyya sambil berpesta sabu dan seks sepanjang Gatot berada di sebuah kamar VIP Hotel Golden Tulip Mataram itu, tempat Kongres Parfi diselenggarakan" ungkap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafi kepada sejumlah media, Senin (29/8/2016) di Jakarta.

Gatot yang selama ini menggunakan PARFI sebagai topeng aksi kejahatannya itu ditangkap bersama isteri ketiganya Dewi aminah, serta penyanyi Reza yang yang sama gilanya menggunakan narkoba, juga ada sejumlah orang yang dinyatakan positip narkoba, setelah hasil pemeriksaan yang dilakukan aparat terkait di Polresta Mataram, NTB.

Kini Polisi terutama BNN sedang menelusuri sejumlah hal, guna memastikan apakah Gatot selain pemakai juga merupakan bagian dari bandar narkoba yang beredar dikalangan artis selama Gatot memimpinj Parfi.

Polisi ikut menyita sejumlah uang yang cukup besar yang diduga dari hasil kejahatan Gatot bersama dua palstik berisi sabu kristal dengan berat 10 gram lebih, bersama jarum dan alat bong serta toyseks, alat berupa vebrator utk memuaskan perempuan dalam pesta seks dengan lebih dulu memakai barang haram narkoba.

Sementara hasil pengembangan yang dilakukan petugas dirumah mewah yang didapatkan Gatot secara licik dari Ary Sute dibilangan Pondok Indah Jakarta, ternyata Gatot menyimpan dua senjata api berbahaya dengan amunisi sabanyak 500 butir lebih, dan sejumlah narkoba bersama satwa liar yang sangat dilindungi negara, dan sejumlah dugaan perbuatan kriminal yang sampai kini masih terus dikembangkan kesejumlah tempat persinggahan Gatot.

Selain surat keterangan bebas narkoba Gatot yang diduga kuat merupakan rekayasa yang dikeluarkan oleh sebuah RS dikawasan Pondok Indah, kini Gatot harus mempertanggung jawabkan sejumlah kejahatan yang diduga dilakukannya, dari mulai narkoba, UU darurat senpi dan UU satwa liar yang dilindungi, bahkan pencucian uang yang dilakukan Gatot selama ini. *** MIL.




Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved