Headlines News :
Home » » Mendikbud : Pembuat Bikin Kraktif, Tak Perlu Dihukum

Mendikbud : Pembuat Bikin Kraktif, Tak Perlu Dihukum

Written By Infobreakingnews on Senin, 08 Agustus 2016 | 21.20

Jakarta, infobreakingnews - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta agar pembuat Bihun Bikini yang belakangan ini menjadi kontroversi tidak diberikan hukuman. Apalagi, hukuman pidana. Sebaliknya, diberikan arahan sehingga daya kreativitasnya tidak terhenti tetapi mengarah pada hal yang lebih baik.
"Itu kan soal sebenarnya kita kan harus hargai kreativitas mereka, tinggal meluruskan saja. Kemasannya diperseram padahal isinya biasa saja. Itu bagus anak itu harus kita hargai dia punya kreativitas kan, tinggal bagaimana dia harus diarahkan mana yang bener mana yang salah. Tetapi jangan belum belum sudah dipasung mereka. Kita kan harus mendorong anak-anak itu mengemukakan semua potensi dalam dirinya mengekspresikan, mengeksploitasi kemampuan dirinya seoptimal mungkin," kata Muhadjir yang ditemui di kantor Wakil Presiden (Wapres), Jakarta, Senin (8/8).
Menurut Muhadjir, yang salah dari beredar bebasnya produk Bihun Bikini ini adalah pengajar. Sebab, produk bihun tersebut adalah tugas untuk mendapatkan penilaian sehingga seharusnya ada kontrol dari sisi pengajar.
"Kalau dari kreativitas murid tidak ada yang salah. Kalau itu dibiarkan baru salah, artinya guru membiarkan itu salah. Tetapi, itu teguran saja, itu mungkin khilaf kurang perhatian terlalu banyak pekerjaan dan banyak yang diawasi dari sekian juta murid satu yang begitu. Jangan dianggap luar biasa kan," ujarnya.
Sedangkan, untuk produk bihun yang sudah beredar, Muhadjir menyarankan untuk segera ditarik dari pasaran sehingga tidak lama menimbulkan kontroversi di masyarakat.
Seperti diketahui, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) didampingi Polres Metro Depok telah menggeledah rumah tempat pembuatan makanan ringan bihun bikini di Jalan Masjid, Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (6/8).
Pembuatanya, mahasiswi berinisial DP (DP) diketahui membuat makanan ringan tersebut awalnya untuk tugas kuliah. Tetapi, sayangnya karena kemasannya yang menggunakan karikatur badan berbikini dianggap tidak sesuai etika timur yang selama ini berlaku di Indonesia. Ditambah lagi, dengan tagline bertuliskan "remas aku" di kemasan membuat makanan ringan tersebut melanggar etika kesopanan. *** Any Christmiaty.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved