Headlines News :
Home » » KPK Siap Limpahkan Berkas Edy Nasution Yang Sempat Terkencing-Kencing Saat Kena OTT

KPK Siap Limpahkan Berkas Edy Nasution Yang Sempat Terkencing-Kencing Saat Kena OTT

Written By Infobreakingnews on Senin, 08 Agustus 2016 | 20.34

Koruptor Edy Nasution
Jakarta, infobreakingnews - Jaksa penuntut KPK memastikan dalam waktu dekat ini akan melimpahkan berka perkara tersangka Edy Nasution ke Pengadilan Tipikor Jakarta, tempat dimana Edy Nasution pernah menjabat sebagai Kepala Panitera.

Sebagaimana mission pembentukan Satgas KPK memburu para pelaku mafia hukum dipusaran internal pengadilan yang merupakan tempat bermuaranya para pihak yang sedang berperkara, selalu menjadi lahan bisnis haram bagi oknum panitera, jaksa bahkan oknum hakim yang terkadang bermain petak umpet melalui oknum pengacara nakal yang memang kurang ahli beracara tapi sangat ahli dalam menyodorkan uang haramnya.

"Jika tidak ada lagi saksi yang diarasa perlu untuk diperiksa setelah yang terakhir dua orang saksi dari PN Jakarta Pusat, Suhendro yang seorang staf, dan Tri Wahyono, sebagai juru sita PN Jakarta Pusat yang akan menjadi saksi dalam persidangan Edy Nasution. " kata Plh Humas KPK Yuyuk Andriati kepada infobreakingnews.com, Senin (8/8/2016).

Edy Nasution yang sebelum menduduki jabatan penting di PN Jakarta Pusat, sempat juga menjbabat Kepala Panitera di PN Medan dan PN Batam, saat pertama kali digelandang kemarkas KPK ketika kena OTT dihotel Acasia dikawasan jalan Kramat Raya Jakarta Pusat itu, sempat terkencing kencing akibat deprsei berast saat diperiska oleh sejumlah penyidik KPK dimarkas Kuningan.

Selain Suhendro dan Tri Wahyono dari PN Jakarta Pusat, KPK juga sebelumnya sudah memeriksa sipemberi suap Doddy Aryanto Supeno yang merupakan orang kepercayaan Owner PT. Artha Pratama Anugrah, yang sedang berperkara di PN Jakarta Pusat.

KPK sebelumny mendakwa Doddy menyuap Edy sebesar Rp 100 juta untuk menunda pengiriman aanmaning (teguran) kasus perdata yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap terhadap PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP). Doddy juga menyuap Edy untuk meminta proses pendaftaran Peninjauan Kembali (PK) PT Across Asia Limited (AAL) dipercepat dengan tarif sebesar Rp 50 juta. 


Investigasi yang didapatkan dilapangan, pihak jaksa penuntut KPK akan menuntut sangat tinggi terhadap Edy Nasution, sebagaimana KPK telah menuntut penjara selama 13 tahun terhadap mantan pejabat MA, Andri pada pekan lalu di Pengadilan yang sama. Bahkan kabarnya KPK siap untuk mengajukan banding hingga kasasi agar ketemu dengan hakim Agung Artidjo Alkutsar. yang selalu menambah berat hukuman bagi para koruptor apalagi bagi oknum pengadilan yang terbiasa hidup zholim. *** Emil F Simatupang.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved