Headlines News :
Home » » Hakim Tinggi Karel, Suami Tersangka Bertha Lari Dikejar Wartawan Di KPK

Hakim Tinggi Karel, Suami Tersangka Bertha Lari Dikejar Wartawan Di KPK

Written By Infobreakingnews on Senin, 01 Agustus 2016 | 19.22

Jakarta, infobreakingnews - Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Karel Tuppu lari terbirit-birit usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (1/8) petang. Karel diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap penanganan perkara pelecehan seksual dengan terdakwa pedangdut Saipul Jamil di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut).
Karel yang mengenakan kemeja batik ‎warna cokelat, terlihat keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 17.33 WIB dengan berjalan santai. Namun, saat awak media memanggil namanya, Karel spontan berjalan cepat ke arah keluar Gedung KPK. Langkah cepat Karel tak berhenti meski telah keluar area Gedung KPK.
Sambil terus menyusuri Jalan Pendurenan yang berada di samping Gedung KPK, Karel bergeming saat awak media mencecarnya dengan berbagai pertanyaan. Termasuk adanya dugaan dirinya sebagai pihak yang mengarahkan Berthanatalia untuk berkomunikasi dengan Ketua Majelis Hakim yang menangani perkara Saipul, Ifa Sudewi.
Diketahui, Karel yang juga mantan Ketua PN Jakut merupakan suami dari Berthanatalia, pengacara Saipul Jamil yang telah berstatus tersangka.
Karel hanya sempat membantah mengenal Panitera PN Jakut, Rohadi yang juga tersangka kasus ini. "Enggakenggak kenal," sambil terus berjalan cepat.
Karel justru menjawab pertanyaan awak media yang tak berhubungan dengan pemeriksaan. Salah satunya, saat awak media mempertanyakan sikapnya yang memilih berjalan cepat usai diperiksa penyidik. "Iya, saya olahragawan," ucap Karel.
Karel "berhasil" melarikan diri dari awak media setelah sebuah mobil Toyota Kijang Innova hitam berplat nomor B 79 KT menjemputnya. Tanpa banyak kata, Karel pun bergegas naik ke mobil tersebut dan meninggalkan awak media yang masih membutuhkan konfirmasinya terkait kasus ini.
Diberitakan, dalam OTT pada Rabu (15/6), tim Satgas KPK menangkap tujuh orang. Dari hasil pemeriksaan terdapat empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Rohadi, Samsul Hidayatullah, Berthanatalia Ruruk Kariman, dan Kasman Sangaji yang juga pengacara Saipul Jamil.
Rohadi selaku Panitera PN Jakut diduga menerima uang suap sebesar Rp 250 juta dari Samsul, Berthanatalia, dan Kasman terkait perkara pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang menjerat Saipul Jamil sebagai terdakwa. Diduga uang suap tersebut berasal dari Saipul Jamil agar mendapat vonis ringan.
Dalam putusan yang dibacakan pada Selasa (14/6) atau sehari sebelum OTT, Majelis Hakim hanya memvonis Saipul Jamil dengan tiga tahun penjara berdasar Pasal 292 KUHP. Padahal, Jaksa menuntut Saipul Jamil dengan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 100 juta berdasar Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak juncto Pasal 290 KUHP Juncto Pasal 292 KUHP tentang perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur.*** Adriansyah Harahap.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved