Headlines News :
Home » » Dokumen Federal Australia Ungkap Jessica Alami Gangguan Jiwa

Dokumen Federal Australia Ungkap Jessica Alami Gangguan Jiwa

Written By Infobreakingnews on Rabu, 10 Agustus 2016 | 08.52

Sydney, infobreakingnews - Dua bulan sudah Jessica di dudukan sebagai terdakwa pelaku pembunuhan Mirna, namun sampai sejauh ini belum ada satu saksipun yang melihat tangan Jess yang menaruhkan racun sianida kedalam gelas kopi di cafe bergengsi dikawasan Grandf Indonesia tersebut.

Hal ini itu pula yang mendorong pihak Kepolisihan Australia (AFP) memberikan Dokumen seputar kasus Jessica selama 7 tahun bermukim dikota  Kangguru itu.

Kesimpulan yang ada dalam  dokumen Federal itu adalah menerangkan bahwa Jessica mengalami gangguan jiwa. Jessica adalah wanita yang tinggal di Australia selama tujuh tahun dan pulang berlibur ke Jakarta. Di sana, ia dituduh membunuh temannya, Mirna Salihin, dengan menambahkan sianida ke minuman es kopi Vietnam pada 6 Januari. 
Kasus kopi sianida hampir tak dilanjutkan karena kurangnya bukti, namun Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan menyetujui penyerahan dokumen AFP terkait perilaku Jessica yang dinilai labil selama 12 bulan sebelum terjadinya tuduhan pembunuhan. 

Serangkaian dokumen milik AFP -- yang diserahkan dalam program 7.30 kantor berita ABC pada Senin (8/8/2016) - berisi laporan intelijen polisi yang memperlihatkan detail empat percobaan bunuh diri, perilaku berbahaya terhadap kolega, kecelakaan lalu lintas akibat konsumsi alkohol dan surat putusan pengadilan terhadap Jessica terkait perusakan mobil kekasihnya. 

Dalam dokumen disebutkan Jessica diduga kuat terlibat kasus vandalisme, namun tidak ada cukup bukti untuk menjeratnya. Terdapat pula laporan adanya sejumlah pesan singkat (SMS) yang dikirim Jessica ke beberapa teman dan koleganya. 

Salah satu SMS menunjukkan bahwa Jessica sempat berpikir kabur dari Australia untuk menghindari denda USD15 ribu atau setara Rp196 juta dalam beberapa kasus. 

"Saya dapat menggunakan uang itu untuk berlibur. Saya bisa dapat surat izin mengemudi di tempat lain dengan bantuan ayah saya, daripada memberi uang kepada polisi," tulis Jessica dalam sebuah SMS. 

Sebuah SMS lainnya bertuliskan, "Saya terus menerus ditekan, saya sudah tidak kuat lagi."

Terdapat pula sebuah surat elektronik yang dikirim Jessica ke sebuah koleganya di Australia, tiga pekan setelah meninggalnya Mirna. 

"Saya bepergian ke luar negeri karena orang-orang terus mengganggu saya, dan ada satu orang yang terus membuat saya dalam masalah," tulisnya. "Saya bingung, apa yang telah saya lakukan hingga menerima semua ini. Bahkan saat saya pergi ke luar negeri dan jauh dari semua orang pun, saya masih tetap terkena masalah." curhat Jessica pada postingan melalui sms yang diungkap oleh pihak Kepolisihan Australian.


Kini yang menjadi pertanyaan, apakah satu orang yang dimaksudkan Jess adalah Mirna ? Atau prang lain, sehingga rangkaian dari versi lawan diseberang begitu kompleks penuh misteri. Dan hal ini yang membuat majelis hakim PN Jakarta Pusat merasa tertantang untuk mengungkap sejumlah hal yang masih terselubung. *** Ira Maya.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved