Headlines News :
Home » » Beranikah Hakim Menaikan Vonis Si Raja Makelar Perkara Andri

Beranikah Hakim Menaikan Vonis Si Raja Makelar Perkara Andri

Written By Infobreakingnews on Jumat, 05 Agustus 2016 | 14.58

Jakarta, infobreakingnews - Masih terlalu rendah KPK memberikan tuntutan 13 tahun penjara bagi AndriTristianto Sutrisna, bandar perkara yang juga menjabat sebagai Kasubdit Perdata Mahkamah Agung (MA) itu. Mustinya KPK harus menuntut penjara seumur hidup baginya, karena biasanya nanti hakim selalu memutus lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Dari sekian banyak perkara yang dijadikan bisnis jual perkara yang termasuk kelas kakap yang berduit tebal seperti perkara sengketa kepengurusan Partai Golkar hingga perkara pesanan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Mataram Andriani.

Belum lagi perkara gugatan perusahan nasional seperti perkara kasus merek lainnya yang naik ke MA selalu menjadi lahan Andri yang memiliki akses hampir kesemua petinggi di PT maupun MA.


Begitu juga halnya Andri yang dikenal sebagai tangan kanannya mantan Sekma Nurhadi yang sudah mengundurkan diri terkait dirinya akan dinaikan status hukumnya sebagai tersangka oleh KPK, Andri juga menggoreng Perkara 104/PK/PID.SUS/2015 merupakan peninjauan kembali (PK) yang diajukan oleh Ali Khosin. Ali mengajukan PK di kasus pidana merek karena dihukum 10 bulan penjara. Ali sebagai pemilik Gudang Baru dinilai bersalah karena menjiplak merek Gudang Garam. Di sisi lain, majelis kasasi perdata menyatakan Gudang Baru tidak memiliki kesamaan dengan Gudang Garam.

Banyak pencari keadilan meminta agar majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang kini akan memutus perkara pidana Andri dapat dihukum maksimal oleh hakim Jhon Butar Butar yang mengetuai sidang, bilaperlu dinaikan putusannya, walau hal semacam ini jarang terjadi karena memang sesungguhnya pedang hukumk kita hanya tajam kebawah tapi tumpul keatas. *** Emil F Simatupang.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved