Headlines News :
Home » » Wabendum Dan Pendiri Partai Demokrat Yang Kena OTT KPK Curigai Dana Ke Partai

Wabendum Dan Pendiri Partai Demokrat Yang Kena OTT KPK Curigai Dana Ke Partai

Written By Infobreakingnews on Rabu, 13 Juli 2016 | 10.03

Putu Sudiartana Saat Pakai Rompi KPK
Jakarta, infobreakingnews - Penangkapan Putu Sudiartana, Politisi Partai Demokrat yang sekaligus menjadi anggota Komisi III DPR RI yang sehari sebelum ditangkap, baru saja ikut acara bukber di markas KPK bahkan berjabatan tangan secara hangat minta diphoto oleh kalangan jurnalis yang sehari hari meliput dilingkungan KPK.
Menariknya kali ini KPK selain menangkap Putu, juga ikut ditangkap Yogan Askan, seorang pengusha sukses di Sum,atera Barat, yang mana Yogan Askan diketahui juga sebagai salah satu pendiri Partai Demokrat.
Akibatnya kini KPK meyakini adanya indikasi aliran dana ke Partai Demokrat dalam kasus suap kepengurusan pembangunan 12 ruas jalan di Sumbar yang membelit anggota Komisi III DPR sekaligus Wabendum Partai Demokrat I Putu Sudiartana yang telah dipecat dari partai.
Baik Putu maupun Yogan Askan kini sudah dipecat oleh DPP Partai Demokrat.
"Semua hal yang berkaitan dengan perkara akan didalami termasuk mengenai sumber uang dan peruntukannya," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, di Jakarta, Rabu (13/7).
Priharsa mengatakan, indikasi tersebut masih didalami dan belum tentu terdapat bukti untuk memperkuatnya. Dirinya menilai, sejumlah kasus yang pernah ditangani KPK membuktikan adanya politisi yang bisa memperdagangkan pengaruh mengurus proyek lintas komisi di DPR.
Menurutnya, Putu Sudiartana merupakan tipikal politisi yang bisa mengurus proyek kendati tidak berkaitan dengan Komisi III DPR seperti mengurus proyek infrastruktur yang menjadi bidang Komisi V DPR.
Sementara dalam kesempatan terpisah, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin ‎meminta KPK tidak beretorika dalam menangani perkara suap yang membelit I Putu Sudiartana berkaitan dengan dugaan adanya aliran dana kepada partai mengingat status Sudiartana selain anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat adalah wabendum.
"KPK saya kira jangan beretorika tetapi jelaskan saja dulu kepada publik apakah benar (kasus) yang bersangkutan itu adalah hasil operasi tangkap tangan (OTT)," kata Amir kepada infobreakingnews.com, Rabu (13/7) di Jakarta.
Amir mencurigai adanya ketidakberesan dalam perkara tersebut lantaran menerima informasi mengenai masuknya laporan masyarakat disusul dengan surat perintah penyelidikan dan penahanan di hari yang sama saat OTT dilakukan.
Namun demikian, mantan Menkumham itu mengatakan, pihaknya tidak mau memperkarakan kejanggalan tersebut tetapi meminta KPK memberi penjelasan yang rinci terkait perkara yang membelit Sudiartana.
"Kami juga melakukan penelusuran dan mengklarifikasi kepada pihak-pihak yang menjadi tersangka. Hasilnya, biar KPK saja yang mengklarifikasi apa yang terjadi. Jelaskan dulu kepada publik apakah ini benar OTT atau hanya khayalan," ujar.
Sudiartana ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka bersama seorang stafnya, Noviyanti, Suhemi, Kadis Prasarana Jalan, Tata Ruang, dan Pemukiman Sumbar Suprapto, dan pengusaha Sumbar Yogan Askan. Kelimanya ditersangkakan kasus suap pembangunan 12 ruas jalan di Sumbar dengan nilai proyek Rp 620 miliar.
Kasus ini menarik perhatian karena selain posisi Putu adalah anggota Komisi III DPR yang tidak ada urusannya dengan pembangunan infrastrukutur juga berkaitan dengan penangkapannya yang menurut Demokrat bukan OTT. Sebab, Putu tidak tertangkap basah menerima suap tetapi dituduh menggunakan rekening orang lain untuk menampung suap.
"Baru kali ini ada OTT yang menurut Komisioner KPK sebagai OTT modus baru. Kalau OTT itu ada kronologi, pemberian (uang) dan penerimaan, tetapi dalam kasus ini tidak ada," kata Amir.
Sampai berita ini diturunkan, pihak penyidik masih terus memeriksa sejumlah saksi serta pendalaman perkara dua politisi Demokrat ini untuk dijerat tindak pidana pencucian uang (TPPU) selain pasal korupsinya. Karena bisa dibayangkan jika KPK menjerat keduanya dengan pencucian uang, maka akan sangat besar aset kekayaan kedua orang penting di PD itu yang akan dirampas untuk negara. *** Adriansyah Harahap.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved