Headlines News :
Home » » Sidang Prapradilan Rohadi Mengungkap Cara Kerja KPK Melanggar Prosedur Hukum

Sidang Prapradilan Rohadi Mengungkap Cara Kerja KPK Melanggar Prosedur Hukum

Written By Infobreakingnews on Rabu, 27 Juli 2016 | 19.39

Pengacara Hukum, Tonin Singarimbun, SH
Jakarta, infobreakingnews -  Sidang praperadilan Panitera Pengganti Rohadi menggugat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali digelar di PN Jakarta Pusat, Rabu (27/7) dengan agenda mendengarkan saksi fakta dan ahli yang dihadirkan oleh pihak pemohon, dalam hal ini Ryan Setiadi, yang merupakan anak Rohadi sendiri.

Hakim tunggal Tafsir Sembiring yang memimpin sidang terlihat sangat profesional, walaupun persidangan diwarnai sedikit ketegangan, akibat jawaban dari pakar hukum Arbiyoto, yang ditampilkan oleh pihak pemohon sebagai ahli, secara tegas menyebutkan tata cara pihak penyidik KPK dalam melakukan proses hukum, seringkali melanggar prosedur hukum, bahkan KPK dinilai cendrung melanggar hukum formil.

"KUHAP sangat jelas mengatur, harus ada penetapan dari ketua pengadilan, dalam hal pihak penyidik melakukan penyitaan, penggeledahan. " kata Arbiyoto menjawab pertanyaan pengacara Tonin Singarimbun, yang merupakan penasehat hukum tersangka Rohadi.

"Apapun alasannya pihak KPK harus lah menghormati KUHAP, harus memberikan kesempatan bagi setiap calon tersangka baik yang terkena OTT, untuk didampingi penasehat hukum, sebelum KPK menyatakan seseorang jadi tersangka. " ungkap Arbiyoto pula saat menjawab pertanyaan kuasa hukum KPK.

Sebagaimana diketahui bahwa selama ini KPK tidak pernah memberikan kesempatan bagi yang terkena OTT untuk didampingi penasehat hukum, karena biasanya penasehat hukum baru diberikan oleh KPK setelah menyatakan sesorang jadi tersangka setelah ditangkap selama 30 jam lebih, sebagaimana yang dialami oleh Rohadi.

Sebelumnya Jenoto, seorang buruh tani yang merupakan koluarga Rohadi yang ditampilkan sebagai saksi fakta, menjelaskan bahwa Rohadi sejak muda sebelum menjadi pegawai pengadilan, adalah seorang pekerja keras dari mulai berjualan mie rebus hingga menjadi pengusaha ikan laut yang memiliki sejumlah kapal penangkap ikan yang besar.

Lebih dari itu Jenoto menjelaskan Ia mengetahui dari dokter Zaenal yang bekerja di RS milik Rohadi di Indramayu, bahwa uang Rp 700 juta yang disita KPK dari dalam mobil Rohadi itu adalah merupakan uang pinjaman untuk membayar uang panjar pembelian sejumlah peralatan Rumah Sakit.*** Emil F Simatupang.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved