Headlines News :
Home » » Pemerintahan Baru, Polisi Filipina Sudah Tembak 30 Pengedar Narkoba

Pemerintahan Baru, Polisi Filipina Sudah Tembak 30 Pengedar Narkoba

Written By Infobreakingnews on Selasa, 05 Juli 2016 | 15.34

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte
Manila, infobreakingnews - Menyusul dilantiknya Rodrigo Duterte menjadi Presiden Filipina, sebanyak 30 pengedar obat bius tewas. Angka itu diumumkan polisi karena selain berhasil melumpuhkan pengedar, mereka juga menyita narkoba sebesar US$ 20 juta, atau Rp 262,7 miliar. 

Namun, aksi 'heroik' polisi membuat aktivis HAM marah. Demikian dilansir dari The Guardian, Selasa (5/7/2016).

Kepala polisi Manila, Oscar Albayalde, mengatakan 5 diantaranya tewas
 pada Minggu 3 Juli lalu dalam sebuah aksi tembak di dekat istana presiden. Duterte yang memenangkan pemilu pada bulan Mei lalu berjanji dirinya akan melibas habis para kriminal. Namun, dirinya cenderung main hakim sendiri.

"Anggota saya rencanakan menangkap mereka, namun pihak sana yang meletuskan senjatanya terlebih dahulu," kata Albayalde.

Dalam aksi itu, ditemukan 4 senjata dan 200 gram kristal methamphetamine. Adapun 3 orang lainnya tewas di seputaran Manila di hari yang sama dan 22 kehilangan nyawa di 4 kota di luar ibukota.

Lebih dari 100 orang telah tewas semenjak pemilu 9 Mei lalu dan kebanyakan dari mereka adalah pengedar narkoba, pemerkosa, dan pencuri mobil.

Edre Olalia, sekertaris jenderal National Union of People's Lawyer, mengatakan pembunuhan cara seperti itu harus dihentikan.

"Peredaran obat bius jelas harus dihentikan, hanya caranya saja seperti eksekusi itu harus dihentikan," ujar Olalia dalam pernyataannya.

Sementara itu di utara Pulau Luzon, otoritas keamanan dan polisi menyita lebih dari 180 kg shabu, berharga US$ 19juta yang berasal dari China atau Taiwan. Kapal itu dibongkar di tengah laut dan kemudian dibawa ke daratan dengan kapal kecil. ***Nadya
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved