Headlines News :
Home » » Persetubuhan Dua Atlet Berakhir Di Sel Penjara

Persetubuhan Dua Atlet Berakhir Di Sel Penjara

Written By Infobreakingnews on Rabu, 20 Juli 2016 | 08.18

Mojokerto, infobreakingnews - Bima Wahyu Aditiya (20), mahasiswa semester lima Fakultas Pendidikan Olahraga dan Keguruan Universitas Negeri Surabaya (FPOK Unesa), harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Mojokerto, Rabu (20/7).
Mahasiswa asal Mojokerto yang indekos di Surabaya itu diciduk polisi karena dilaporkan saksi korban persetubuhan, Fit (16) siswi kelas dua salah satu SMK di Mojokerto, di sebuah villa di Pacet, Kabupaten Mojokerto. Lebih dari itu, saksi korban yang masih tergolong anak baru gede (ABG) dan baru saja kehilangan kegadisannya, Kamis (14/7) sore itu juga melapor telah ditelantarkan Bima, berjalan seorang diri di tengah jalan sepi di kawasan hutan Pacet.
“Tersangka memilih pulang ke Surabaya sendirian meninggalkan Fit yang mengaku kelelahan setelah melayani beberapa kali nafsu bejat Bima di kamar villa tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Budi Santoso dalam keterangan persnya.
Fit merupakan atlet menembak dan beladiri KONI Mojokerto yang dikenal berpenampilan menarik. Menurut AKP Budi Santoso, kasus persetubuhan yang dialami Fit itu terungkap setelah korban ditelantarkan pelaku di jalan sepi di kawasan wisata Pacet, Kabupaten Mojokerto, Kamis sore baru lalu. Fit yang masih duduk di bangku kelas dua salah satu SMK itu ditelantarkan usai dibujuk untuk melayani nafsu bejat tersangka, Bima.
“Dengan bujuk rayunya, tersangka Bima yang mengaku siap menjadi pacarnya asalkan Fit bersedia membuktikan cintanya dengan menyerahkan kegadisannya, justru kemudian ditinggalkan berjalan di tengah jalan pegunungan Pacet yang sepi,” ujar Budi Santoso.
Dari pengakuan tersangka Bima dan saksi korban Fit, pemuda itu mengenal saksi korban yang juga berstatus atlet Mojokerto itu melalui media Blackberry Messenger (BBM) sekitar sebulan yang lalu. Tersangka mengaku mendapatkan PIN BBM korban dari pesan siaran (broadcast) dari rekannya. Dari situ keduanya menjalin komunikasi yang berujung pada jalinan kasih.
Pada Kamis siang, keduanya berjanji bertemu untuk jalan-jalan berwisata ke puncak Pacet. Di Pacet, Bima mengajak masuk ke villa dengan alasan kelelahan. Namun di dalam villa itu, Bima memaksa saksi korban untuk menyerahkan kegadisannya sebagai bukti cintanya. Usai beberapa kali berhubungan bak suami-isteri, keduanya terlibat pertengkaran ketika Fit minta pertanggungjawaban jika kelak hamil. Tersangka kemudian meninggalkan saksi Fit di jalanan.
Dalam kondisi terlantar, saksi korban menghubungi orang tuanya untuk dijemput. Fit kemudian menceriterakan apa yang baru saja dialaminya. “Tersangka harus menanggung konsekuensi hukum yang cukup berat karena kami jerat dengan pelanggaran Pasal 81, 82 UU RI No 35 Tahun 2014 dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara,” ujar AKP Budi Santoso.
Sampai dengan berita ini ditayangkan, pihak Kepolisian sudah manahan Bima sambil terus diperiksa. *** Yohanes Suroso.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved