Headlines News :
Home » » Terjerat Doping, Pelari Rusia Diminta Kembalikan Uang Rp 6,5 Milyar

Terjerat Doping, Pelari Rusia Diminta Kembalikan Uang Rp 6,5 Milyar

Written By Infobreakingnews on Rabu, 20 Juli 2016 | 17.08


London, infobreakingnews - Setelah dilarang karena diketahui melakukan pelanggaran doping, pelari maraton Rusia Liliya Shobukhova diperintahkan untuk mengembalikan uang hadiah sebesar £ 377.961,62 (Rp 6,5 miliar) ditambah biaya-biaya lain kepada London Marathon.
Jumlah uang tersebut merupakan total keseluruhan hadiah dan biaya tampil Shobukhova selama penyelenggaraan marathon di London 2010 dan 2011.
Semua hasil yang diperoleh Shobukhova sejak 9 Oktober 2009 telah dicabut pada 2013 karena kejanggalan pada 'paspor biologis' dia. Itu termasuk catatan waktu terbaiknya 2 jam 18 menit 20 detik yang juga waktu tercepat kedua sepanjang sejarah yang dia buat pada marathon Chicago 2011, dan hasil juara pertama dan kedua pada 2010 dan 2011 di London.
Di bawah regulasi seri Marathon Utama Dunia – yang meliputi semua kota besar untuk ajang ini yaitu Tokyo, Boston, London, Chicago, New York, dan Berlin – setiap atlet yang dinyatakan bersalah melakukan doping diminta untuk mengembalikan semua uang hadiah dan uang tampil.
Dalam kasus Shobukhova, Pengadilan Tinggi London menyatakan aturan ini harus ditegakkan.
Nick Bitel, kepala eksekutif London Marathon Events Ltd, mengatakan pihaknya sekarang berusaha agar keputusan pengadilan ini dilaksanakan di Rusia.
“Ini akan menjadi proses yang lama dan sulit namun kami akan terus mengejarnya, karena kami bertekad bahwa penipuan tak boleh menghasilkan keuntungan,” ujarnya.
“Semua uang yang kami peroleh kembali akan dibagikan kepada para atlet yang hak-haknya telah ditipu oleh Shobukhova. Kami bertekad untuk membuat marathon bebas dari doping."
Shobukhova, yang belum lama ini menyatakan pensiun, telah dilarang seumur hidup untuk tampil di London Marathon dan lima ajang lainnya di bawah kendali Abbott World Marathon Majors pada 2013.
Tahun berikutnya dia mendatangi Komite Etik IAAF dengan informasi bahwa para pejabat senior di sana melakukan pemerasan padanya sebesar € 450.000 sebagai imbalan menutup mulut atas skandal doping yang dia lakukan.
Beberapa tokoh yang dia tuding -- termasuk Papa Massata Diack, putra mantan presiden IAAF Lamine Diack, Valentin Balakhnichev, mantan presiden All-Russia Athletics Federation dan bendahara IAAF, dan pelatih Rusia Alexei Melnikov -- dikenakan larangan seumur hidup di cabang ini oleh Komite Etik IAAF. Balakhnichev dan Massata Diack membantah melakukan pemerasan itu. ***Nadya
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved