Headlines News :
Home » » Pelapor Kecewa Ramadhan Pohan Tidak Ditangkap

Pelapor Kecewa Ramadhan Pohan Tidak Ditangkap

Written By Infobreakingnews on Kamis, 21 Juli 2016 | 17.44


Medan, infobreakingnews - Laurenz Hanry Hamonangan Sianipar yang melaporkan Ramadhan Pohan ke pihak berwajib mengaku kecewa lantaran Ramadhan tidak ditahan oleh Polda Sumatera Utara. Ia menilai dalam laporannya sudah jelas bahwa Polda Sumut diperintah menahan mantan calon Wali Kota Medan itu.

"Saya jelas merasa kecewa, dalam laporan saya sudah jelas. Saya tahu dia (Ramadhan Pohan) tidak ditahan dari sejumlah media tadi malam," kata Laurenz di Biro Pengacara Hukum dan Administrasi, Medan, Kamis (21/7/2016).

Hamdani, penasihat hukum Laurenz menyebut barang bukti berupa dua helai cek nomor 709078 sebesar Rp 4,5 miliar dan cek nomor 709076 sebesar Rp 10,8 miliar dengan total Rp 15,3 miliar sebagai jaminan dari Ramadhan Pohan juga para saksi dan alat bukti yang diberikannya saat melapor sudah jelas. 

"Ternyata cek tersebut tidak cukup saldonya. Atas persoalan ini, klien kami memohon kepada Polri untuk memerintahkan Polda Sumut menahan Ramadhan pohan," Hamdani menjelaskan.

Di lain pihak, Ramadhan Pohan mengaku dirinya siap menjalani proses hukum yang saat ini ditangani penyidik Kepolisian Daerah Sumatera Utara terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp 4,5 miliar itu.

"Kita ikuti saja semua prosesnya," ucap Ramadhan.

Politisi Partai Demokrat itu mengatakan akan kooperatif dalam penyidikan yang dilakukan Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sumatera Utara.

"Kita akan ikuti proses hukum secara kooperatif," kata dia. Namun, Ramadhan enggan menceritakan secara detail duduk permasalahan kasus yang membelitnya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, penyidikan yang dilakukan Polda Sumut terhadap Ramadhan Pohan atas laporan dari LHH Sianipar selaku korban pada 13 Maret 2016, terkait kasus penipuan dan penggelapan.

Penyidik Polda Sumut pun memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti. Penyidik lalu melakukan gelar perkara dan menetapkan Ramadhan sebagai tersangka. Setelah itu, mereka menjemput Ramadhan Pohan di Jakarta.

"Kenapa dengan surat perintah membawa? Karena penyidik ini sudah mengirimkan surat panggilan sebagai tersangka sebanyak dua kali. Tetapi yang bersangkutan itu tidak pernah menghadiri dan memenuhi panggilan penyidik dengan alasan sakit," kata Rina. ***Bonggas Sibuea
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved