Headlines News :
Home » » Otto Hasibuan : Saksi Kunci Tidak Melihat Jessica Menaruh Racun Sianida

Otto Hasibuan : Saksi Kunci Tidak Melihat Jessica Menaruh Racun Sianida

Written By Infobreakingnews on Rabu, 13 Juli 2016 | 19.20

Jessica Percaya Sepenuhnya Otto Hasibuan Mampu Membelanya
Jakarta, infobreakingnews - Pengacara senior yang juga merupakan mantan ketua umum Peradi, DR.Otto Hasibuan SH MH, kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso, mengatakan baik dalam tayangan kamera pengawas atau CCTV maupun keterangan saksi kunci atas nama Hani, tidak menjelaskan kliennya menaruh sesuatu di gelas kopi yang diminum korban Wayan Mirna Salihin.
"Saya kira hari ini bagus sekali sidangnya. Bahwa CCTV sudah diputar, dan tadi sendiri Hani, saksi kunci, menyatakan tidak pernah melihat Jessica memasukan apa pun benda ke gelasnya Mirna," ujar Otto kepada infobreakingnews.com, usai sidang kasus kopi beracun, di PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (13/7).
Dikatakan Otto, terlihat juga dalam tayangan CCTV yang diputar, Jessica menolong dengan cara mengangkat Mirna ke kursi roda.
"Selama ini kan isunya, dia (Jessica) tidak kooperatif, tenang-tenang saja, padahal dia bersusah payah juga mengangkat Mirna," ungkapnya.
Ia menambahkan, Hani juga mengaku menyicipi dan menelan kopi yang diminum korban Mirna.
"Kita lihat bahwa faktanya tadi, meskipun Hani mengatakan mencicipi sedikit, tapi dia mengaku menelan minuman itu dan dia tidak buang dari mulutnya. Tadi kan ada juga keterangan dokter dalam surat tegas-tegas mengatakan bahwa seseorang bernama Hani datang kepada dia sebagai pasien mengaku meminum kopi yang diminum temannya dan meninggal," katanya.
"Itu pun kejadian pertama kali, tidak ada pengaruh orang lain. Artinya, dia spontan memberikan keterangan kepada dokter. Karena surat itu dikirim dokter (Rumah Sakit) Abdi Waluyo kepada polisi berdasarkan resume rekam medis terhadap Hani," tambahnya.
Menurutnya, pertanyaannya sekarang mengapa Hani meminum kopi itu tapi tidak apa-apa. Sementara, Mirna minum dan meninggal.
"Kenapa bisa seperti itu? Saya tidak mengatakan apa-apa, tapi kita bisa mengambil kesimpulan sendiri. Terjadi keanehan. Mengapa Mirna minum kopi dan ternyata juga Hani minum kopi, tapi yang satu meninggal dan yang satu tidak. Cuma Hani mengatakan sempat berobat dua kali di Abdi Waluyo dan di Gandaria," jelasnya.
Menyoal kadar yang dicicipi Hani hanya sedikit, Otto menyampaikan, sedikit atau banyak itu relatif.
"Sedikit ini kan relatif, tetap dia menelan. Nah sama dengan Mirna, dia kan meminum. Berapa jumlahnya siapa yang tahu. Kita bisa menebak, boleh saja kita katakan Mirna minumnya lebih banyak dari Hani, siapa yang tahu. Kan yang tahu hanya Mirna. Berapa diteguk yang tahu hanya Mirna," katanya.
Otto mengungkapkan, tidak bisa menentukan berapa jumlah yang dicicipi Mirna dan Hani.
"Kita tidak bisa berpikiran bahwa apa yang dicicipi oleh Mirna dengan Hani berbeda jumlahnya. Lebih banyak siapa, juga kita tidak bisa begitu. Tapi yang pasti, ada pengakuan bahwa Mirna minum itu pasti. Dan juga ada pengakuan Hani dia minum, cuma dia bilang sedikit," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengadirkan saksi Hani untuk didengarkan keterangannya dan memutar rekaman CCTV dalam sidang lanjutan kasus kopi beracun, di PN Jakarta Pusat, hari ini.
Namun, CCTV yang ditayangkan baru sebatas ketika korban Mirna dan saksi Hani datang ke Kafe Olivier. Sedangkan, video yang merekam terdakwa Jessica Kumala Wongso datang pertama kali ke kafe dan memesan kopi belum diputarkan.
Sementara itu jaksa Sugih Carvalho menyebutkan bahwa rekaman cctv yang diputar dipersidangn tadi baru sekitar 10 persen, karena nanti pada persidangan selanjutnya barulah akan diputarkan cctv yang lebih memberikan petunjuk secara signifikan mengarah kepada terdakwa saat mengatur gelas berisi kopi vietnam itu. *** Emil Simatupang.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved