Headlines News :
Home » » Menkes Minta Agar RS Dan Klinik Kesehatan Yang Lakukan Vaksin Palsu Dihukum Seberatnya

Menkes Minta Agar RS Dan Klinik Kesehatan Yang Lakukan Vaksin Palsu Dihukum Seberatnya

Written By Infobreakingnews on Jumat, 15 Juli 2016 | 14.12

Menkes Nila Moloek
Bekasi, infobreakingnews - Sejak Kemnkes mengumumkan 20 RS dan Klinik Kesehatan yang menyalurkan vaksin palsu, secara beruntun mulai hari ini Jumat (15/7) puluhan orangtua yang anaknya sempat divaksin di sejumlah Rumah sakit terutama situasi di Rumah Sakit Harapan Bunda, para aorangtua  mendatangi rumah sakit tersebut. Mereka mencari dokter dan suster yang memvaksin anaknya.

Ikhsan, salah seorang warga, menceritakan, pada 18 Juni anaknya vaksin di Rumah Sakit Harapan Bunda. Ia sepakat anaknya diberi vaksin yang tidak meningkatkan suhu tubuh. Harga vaksin lebih mahal dibandingkan vaksin yang menurut dokter bisa meningkatkan suhu tubuh anak.

"Tetapi, setelah imunisasi badan anak saya hangat," kata Ikhsan di Rumah Sakit Harapan Bunda, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/7/2016).

Sebelum itu, Ikhsan sudah curiga ada yang tidak beres di Rumah Sakit Harapan Bunda. Setelah vaksin, suster menyerahkan kuitansi yang tertera nama dokter spesialis anak inisial BSD.

Saat itu, ia membayar Rp800 ribu untuk vaksin paket combo terdiri dari vaksin DPT, HIB, dan Polio. Biaya itu belum termasuk ongkos dokter.

"Yang combo lewat suster bayarnya. Kuitansi bukan dari rumah sakit," ujar Ikhsan.

Mulyadi, orangtua lainnya, juga memvaksin anaknya di Rumah Sakit Harapan Bunda. Sekali vaksin, ia membayar Rp500 ribu kepada suster. "Itu belum termasuk biaya dokter dan biaya suntik," jelas Mulyadi.

Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri mengungkap bisnis vaksin palsu setelah menggeledah kantor CV Azka Medika, pada 16 Juni. CV Azka Medika diduga tidak memiliki izin menjual vaksin.

Di kantor CV Azka Medika, polisi menemukan vaksin palsu. Tersangka mengaku mendapat pasokan vaksin palsu dari berbagai pihak.


Berbagai pihak  termasuk Menkes dan Bareskrim telah sepakat akan menghukum berat ssejumlah Romah Sakit dan Klinik yang selama ini berlakuk curang dengan menarik harga mahal padahal yang diberikan adalah vaksin palsu. *** Johanda Sianturi.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved