Headlines News :
Home » » Korban Selamat Kamp Konsentrasi dan Penerima Nobel Perdamaian Meninggal Dunia

Korban Selamat Kamp Konsentrasi dan Penerima Nobel Perdamaian Meninggal Dunia

Written By Infobreakingnews on Minggu, 03 Juli 2016 | 17.02

Washington DC, infobreakingnews - Aktivis sekaligus penulis yang juga seorang korban selamat dari kamp konsentrasi, Elie Wiesel, meninggal dunia di usianya yang ke-87. 

Wiesel, yang juga seorang filsuf dan pengajar serta aktivitis bagi dunia tutup usia di Amerika Serikat, yang menjadi tempat tinggalnya dari tahun 1960-an hingga sekarang.

Kepastian kepergian penulis kondang itu diumumkan oleh Yad Vashem Holocaust Memorial, Sabtu 2 Juli 2016, seperti dilansir dari
 BBC, Minggu (3/7/2016), namun penyebab kematiannya tidak dijelaskan.

Pria kelahiran Romania pada tahun 1928 tersebut pernah menerima Nobel Perdamaian pada 1986. Panitia menganggapnya sebagai 'pembawa pesan kepada manusia' dan tokoh pembawa kedamaian saat dunia dilanda kekerasan, represi dan rasisme.

Pernah menjadi jurnalis, Elie menjadi kondang setelah menuliskan pengalamannya saat remaja ketika dibuang di kamp-kamp konsentrasi Nazi dimana ia kehilangan ibu, ayah dan adik perempuannya.

Hidupnya yang didedikasikan untuk memastikan kebenaran kekejaman Nazi selama Perang Dunia II, membuatnya dijuluki sebagai "menara penerang" oleh Presiden World Jewish Congress.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menggambarkan mendiang sebagai "salah satu suara moral berpengaruh" saat ini.

Pada 1940, kota tempat tinggalnya, Sighet, merupakan salah-satu wilayah yang dikuasai Hungaria. Empat tahun kemudian, semua warga Yahudi di kota itu - termasuk dirinya yang berusia 15 tahun dan keluarganya - dibuang ke kamp konsentrasi Auschwitz.

Ibu Elie Wiesel dan salah-seorang saudaranya dibunuh di ruangan gas. Adapun ayahnya tewas karena kelaparan dan disentri di kamp Buchenwald. Dua saudara lainnya selamat.
Setelah perang usai, Wiesel tinggal di sebuah panti asuhan Prancis dan kemudian menjadi seorang jurnalis.

Dia menulis lebih dari 60 buku dan diawali dengan karyanya yang berjudul Night  - sebuah memoar tentang pengalamannya di kamp-kamp konsentrasi. ***Nadya
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved