Headlines News :
Home » » Ivan Haz Hanya Dituntut Jaksa Dua Tahun Penjara

Ivan Haz Hanya Dituntut Jaksa Dua Tahun Penjara

Written By Infobreakingnews on Selasa, 26 Juli 2016 | 18.04

Jakarta, infobreakingnews -. Setelah dua kali persidangan ditunda akibat masih belum siap jaksa membacakan tuntutannya terhadap putra Wapres Hamzah Haz, Fanny Safriansyah alias Ivan Haz , akhirnya pada sidang ketiga kalinya Ivan dituntut dua tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Sidang pembacaan tuntutan itu digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.
"Menjatuhkan pidana kepada Fanny Safriansyah alias Ivan Haz dengan pidana penjara selama dua tahun dikurangi selama masa tahanan," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wahyu Oktaviandi , Selasa (26/7/2016).
Wahyu menyebutkan, hukuman dua tahun penjara sesuai dengan dakwaan subsider terhadap Ivan Haz,  yakni Pasal 44 ayat 1 juncto Pasal 5 huruf a Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
"Menyatakan Fanny Safriansyah alias Ivan Haz bersalah melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang tercantum sebagaimana dalam dakwaan subsider kami," kata dia.
Sementara dakwaan primer JPU terhadap Ivan, yakni Pasal 90 KUHP tentang luka berat tidak terpenuhi sehingga JPU meminta majelis hakim membebaskan Ivan dari dakwaan primer tersebut.
Persidangan Ivan Haz yang juga merupakan menantunya terpidana kasus tipikor yang ditangkap KPK, yakni mantan Ketua DPRD Madura, Fuad Amin itu terbilang cukup ringan dituntut jaksa, karena maksimal tuntutannya adalah 5 tahun penjara.
Sidang tuntutan mantan anggota DPR yang telah dipecat dari farksi PPP ini sempat lolos dari pantauan wartawan, yang biasanya terbilang banyak media elektronik dan media online yang biasanya mengincar reportase persidangan kasus Ivan Haz. Namun pada kali ini justru wartawan terlihat sepi bahkan berita Ivan Haz dituntut penjara selama dua tahun ini terbilang sepi dari media.
Dan pada tuntutannya jaksa menyatakan terdakwa Fanny Safriansyah alias Ivan Haz tidak terbukti melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang tercantum sebagaimana dalam dakwaan primer, dan oleh karena itu pihak JPU malah meminta majelis hakim agar membebaskan terdakwa Fanny Safriansyah alias Ivan Haz dari dakwaan primer.
Hasil investigasi didapatkan bahwa pihak Ivan Haz telah membayarkan uang perdamaian atau ganti rugi terhadap pembantu rumahtangga berinisial T (20) sebesar Rp 250 juta melalui lembaga penjamin saksi dan korban (LPSK).
Sidang yang diketuai majelis hakim Yohanes Priyatna ini ditunda hingga pekan depan, guna memberikan kesempatan pembelaan dari terdakwa Ivan Haz.*** Emil Simatupang.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved