Headlines News :
Home » » Gelombang Orangtua Korban Vaksin Palsu Tuntut Rumah Sakit

Gelombang Orangtua Korban Vaksin Palsu Tuntut Rumah Sakit

Written By Infobreakingnews on Sabtu, 16 Juli 2016 | 21.59

Jakarta, infobreakingnews - Gelombang kedatangan dari orangtua korban vaksin palsu menuntut jaminan kesehatan bagi anak-anaknya kepada Rumah Sakit Harapan Bunda. Mereka ingin RS bertanggung jawab bila nanti terjadi sesuatu kepada anak mereka.

"Segala akibat dari vaksin palsu yang berdampak kepada para pasien maka menjadi tanggung jawab dari RS Harapan Bunda berupa jaminan kesehatan mengcover sampai waktu yang tidak ditentukan," kata Suhaemi di Kantor Lembaga Bantuan Hukum, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (16/7).


Orangtua korban, kata dia, menuntut RS menerbitkan daftar pasien yang diimunisasi di RS Harapan Bunda periode 2013-2016. Selanjutnya, untuk mengetahui vaksin palsu atau asli, mereka ingin diadakan medical check up di RS yang lain.

Dia menekankan, biaya medical check up ditanggung RS Harapan Bunda. Sementara, untuk ke rumah sakit medical check up ditentukan oleh orangtua korban. "Vaksin ulang harus dilakukan apabila hasil dari medical check up ternyata pasien terindikasi vaksin palsu dan semua biaya ditanggung RS Harapan Bunda," papar dia.

Dia pun meminta jaminan kesehatan diberikan bila anaknya terbukti terpapar vaksin palsu. Sementara, bagi anak yang sudah lewat usia vaksinasi, RS berkewajiban memberi asuransi kesehatan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

"Pihak manajemen RS Harapan Bunda juga harus memberikan informasi terkini kepada orangtua korban tidak terbatas informasi dari pihak pemerintah atau instansi lain, bersifat proaktif," jelasnya.

Menurut Suhaemi, tuntutan ini sudah diserahkan kepada RS Harapan Bunda. Namun, RS belum memberikan respons mengenai hal ini. "Jadi kami tidak ada kepastian. Hanya giring bola ke sana kemari," pungkas dia.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim Polri telah menjerat 23 orang tersangka pemalsu vaksin. Mereka terdiri atas enam produsen alias pembuat vaksin palsu, sembilan distributor, dua pengumpul botol bekas, satu pencetak label atau kemasan, dua bidan, dan tiga dokter.

Sementara, Menteri Kesehatan membeberkan 14 rumah sakit serta delapan bidan dan klinik pelanggan vaksin palsu. Seluruh fasilitas kesehatan ini mendapat vaksin palsu dari CV Azka Medika.

Berikut nama nama sementara sejumlah Fasilitas pelayanan kesehatan yang menerima vaksin palsu, yakni:

1. RS DR Sander, Cikarang

2. RS Bhakti Husada, Terminal Cikarang

3. RS Sentral Medika, Jalan Industri Pasir Gombong

4. RSIA Puspa Husada

5. RS Karya Medika, Tambun

6. RS Kartika Husada, Jalan MT Haryono Setu, Bekasi

7. RS Sayang Bunda, Pondok Ungu, Bekasi

8. RS Multazam, Bekasi

9. RS Permata, Bekasi

10. RSIA Gizar, Villa Mutiara Cikarang

11. RS Harapan Bunda, Kramat Jati, Jakarta Timur

12. RS Elisabeth, Narogong, Bekasi

13. RS Hosana, Lippo Cikarang

14. RS Hosana, Bekasi, Jalan Pramuka

15. Bidan Lia di Kampung Pelaukan Sukatani, Cikarang

16. Bidan Lilik di Perum Graha Melati, Tambun

17. Bidan Klinik Tabina di Perum Sukaraya, Sukatani, Cikarang

18. Bidan Iis di Perum Seroja, Bekasi

19. Bidan Mega di Puri Cikarang Makmur, Sukaresmi, Cikarang

20. Bidan M. Elly Novita di Ciracas, Jakarta Timur

21. Klinik Dr. Ade Kurniawan di Rawa Belong, Slipi, Jakarta Barat

22. Klinik DR. Dafa di Baginda, Cikarang


Jumlah ini masih memungkinkan bertambah seiring pengembangan yang masih terus dilakukan Bareskrim akibat praktek bisnis vaksin palsu ini telah berjalan selama belasan tahun dan dipastikan sudah merembes kebanyak daerah dan fasilitas kesehatan. *** Johanda Sianturi.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved