Headlines News :
Home » » Departemen Kehakiman Amerika Bongkar Mega Korupsi PM Malasya

Departemen Kehakiman Amerika Bongkar Mega Korupsi PM Malasya

Written By Infobreakingnews on Jumat, 22 Juli 2016 | 06.51

PM Malaysia Najib Razak
Washington, infobreakingnews - Rakyat Malaysia terhentak walau sebelumnya sudah menduga jika PM Najib Razak dan kroninya sangat korup selama berkuasa, namun lebih semakin terungkap setelah Pemerintah Amerika Serikat mengajukan gugatan sita atas aset-aset mewah senilai ratusan juta dolar antara lain di New York dan Los Angeles, karena meyakini aset itu dibeli menggunakan uang hasil penggelapan dana rakyat Malaysia yang dihimpun oleh 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Dalam gugatan sita hari Rabu (20/7) waktu setempat, disebutkan sejumlah orang yang terlibat dalam penggelapan dana dan pembelian aset itu, antara lain putra tiri Perdana Menteri Najib Razak dan sejumlah orang dekatnya.
Mereka ditengarai telah menggelapkan lebih dari US$ 3 miliar (Rp 39 triliun) dari 1MDB. Dana itu sebagian berasal dari kesepakatan bisnis minyak bersama PetroSaudi International dan obligasi yang dikelola oleh Goldman Sachs.
Lalu, menurut bunyi gugatan, mereka mentransfer lebih dari US$ 1 miliar dana yang digelapkan itu ke Amerika Serikat menggunakan perusahaan-perusahaan cangkang dan rekening-rekening bank rekanan yang dikelola oleh firma hukum terkemuka Shearman & Sterling.
“Uang itu dikumpulkan sebagai dana kesejahteraan Malaysia agar bisa diinvestasikan dan menghasilkan keuntungan, yang kemudian akan dipakai untuk membantu rakyat Malaysia," kata Leslie R. Caldwell, Asisten Jaksa Agung AS yang mengepalai divisi pidana, seperti dikutip The New York Times, Kamis (21/7).
“Apa yang kemudian terjadi justru para pejabat korup di dalam 1MDB dan sejumlah orang lain menggelapkan prosentase besar uang yang telah dikumpulkan hingga mencapai US$3 miliar dan menggunakannya dengan cara-cara yang sama sekali tidak menguntungkan rakyat Malaysia, kecuali diri mereka sendiri."
Asset yang dibeli lewat dana penggelapan itu antara lain sebuah griya tawang di Time Warner Center Manhattan, New York (US$ 30,6 juta) dengan pemandangan Central Park; mansion di Los Angeles (US$ 39 juta); dan sebuah bangunan bekas (tear-down) di Beverly Hills (US$ 17,5 juta).
Menurut gugatan, antara Oktober 2009 hingga Juni 2010, lebih dari US$ 85 juta dana curian itu dihabiskan untuk judi di Las Vegas, sewa pesawat jet, yachts dan pembayaran bagi orang-orang lain.
Kemudian dana sebesar US$ 44,8 juta dipakai untuk membeli sebuah hotel di Beverly Hills dan US$ 35,4 juta untuk membeli sebuah pesawat jet.
Ada juga dana sebesar US$ 130 juta untuk membeli benda seni mahal seperti lukisan Picasso dan Monet di rumah lelang, dan saham di perusahaan musik EMI. Dana ini juga dipakai untuk menyokong produksi film Hollywood “The Wolf of Wall Street”, kata jaksa dalam gugatan.
Kasus penggelapan yang dibongkar sekaligus dan digugat oleh Departemen Kehakiman AS itu antara lain menyebutkan tiga nama. 
Pertama, Riza Aziz, putra tiri Perdana Menteri Najib yang juga seorang produser film Hollywood.
Kedua, ahli keuangan Jho Low, teman lama Aziz dan keluarganya. Ketiga, Mohamed Badawy al-Husseiny, mantan pejabat keuangan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
Gugatan Amerika ini tidak mencantumkan nama PM Najib, namun uniknya menyebutkan “Malaysian Official 1,” yang digambarkan sebagai seorang pejabat tinggi pemerintah yang membawahi 1MDB dan merupakan kerabat dekat Aziz. Petunjuk ini seperti mengarah ke perdana menteri.
Orang-orang yang disebutkan dalam gugatan ini belum didakwa pidana. Terdakwa dalam gugatan sita adalah properti yang ingin disita oleh pemerintah.
Gugatan sita atau forfeiture complaint sifatnya perdata, namun tidak menghalangi dakwaan pidana di kemudian hari.
1MDB didirikan pada 2009 sebagai "perusahaan pembangunan strategis" yang bertugas menampung dana masyarakat dan menginvestasikannya pada proyek-proyek yang menguntungkan negara.
Perdana Menteri Najib Razak langsung bereaksi dan menanggapi tuduhan yang dilayangkan Amerika itu melalui aku twiter pada Kamis (21/7) malam
Berikut pernyataan Najib yang diterima Biro Info Breakingnews.com di Maalaysia ;
Saya menyatakan keberatan dengan pernyataan yang dibuat oleh Departemen Kehakiman, Amerika Serikat, yang telah disiarkan pada (Rabu) malam tadi. Perlu dijelaskan bahwa ini merupakan perkara perdata, dan bukan perkara pidana.
Dan kasus ini terbatas kepada nama-nama yang telah disebutkan dalam laporan tersebut. Oleh karena itu, dari pihak kerajaan kita akan bekerjasama penuh dengan semua pihak dalam investigasi di tingkat internasional.
Pendirian kita selama ini jelas, yaitu kita tidak membenarkan perbuatan apa pun yang melanggar undang-undang. Oleh karena itu, prosesnya perlu dihormati, dalam arti setiap orang punya hak untuk membela diri atau menggunakan proses hukum di pengadilan, dan kita tidak sepatutnya membuat kesimpulan apapun selagi proses ini belum selesai.
Kita menanggapi dengan serius perkara ini dan kita tidak ingin ada pihak mana pun yang keliru menganggap bahwa kerajaan tidak mengurus pemerintahan dengan baik. Kerajaan bertekad agar prinsip good governance dan tata kelola pemerintah yang baik menjadi sesuatu yang akan senantiasa diperjuangkan oleh Malaysia.*** Faradiba.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved