Headlines News :
Home » » Bajingan Arsyad Yang Pernah Hina Jokowi, Ternyata Penjahat Kelamin Spesialis Anak

Bajingan Arsyad Yang Pernah Hina Jokowi, Ternyata Penjahat Kelamin Spesialis Anak

Written By Infobreakingnews on Selasa, 12 Juli 2016 | 20.41

Arsyad Dengan Ditutupi Topeng Saat Diintrogasi Sejumlah Reserse Cantik
Depok, infobreakingnews - Dasar bajingan tengik yang sama sekali tak takut dengan suntik kebiri yang kini sudah diberlakukan terhadap hukuman bagi para predator anak. Karena itu, tim Reserse Kepolisian Resor Kota Depok secara sigap menagkap sekaligus menetapkan M. Arsyad sebagai tersangka penculikan dan pencabulan anak di bawah umur. Sedangkan modus pelaku yakni merayu serta menjanjikan kepada setiap korban akan diojadikan sebagai pemain sinteron.
Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Besar Harry Kurniawan menuturkan, korban Arsyad sudah dua anak. Korban pertama terjadi pada awal Juni 2016 dengan korban K (7). Berdasarkan keterangan sementara, Arsyad mengaku bisa membawa anak-anak dengan iming-iming menjadi artis sinetron.
“Dia menjanjikan korbannya bisa dibayar Rp 1 juta per episode,” kata Harry di Mapolres Kota Depok, Selasa (12/7).
Dalam mencari korbannya, Arsyad berkeliling ke lokasi-lokasi yang banyak anak-anak dengan sepeda motornya. Setelah mendapatkan korban yang diincarnya, Arsyad mendekati dan melancarkan rayuannya. "Mencari korbannya secara random, tak ditentukan sebelumnya,dan janji itu diutarakan tersangka selama perjalanan," tutur Harry.
Pada Minggu (10/7), Arsyad berhasil mengajak anak perempuan berinisial F berusia 10 tahun di kawasan kolam renang Paragon, Cilodong. F diajak ke vila di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor.
F sempat dicumbui di vila. Bahkan, celana gadis kecil tersebut sempat dibuka. "Korbannya berteriak begitu celananya dibuka, dan mengundang perhatian penduduk disekitar vila dan ditangkap lalu bawa ke Polsek Cisarua," kata Harry.
Polisi yang menerima laporan dari keluarga menjemput korban dan pelaku di Polsek pada Senin kemarin. Sebelumnya, Laki-laki 26 tahun yang pernah ditahan polisi karena membuat gambar penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo saat musim pemilihan presiden 2014, namun saat itu Presiden Joko Widodo memberikan maaf Arsyad sehingga tidak sempat menjalani proses hukuman.
Tapi dasar Arsyad manusia bajingan, isi diotaknya hanya amuatan mesum sebagaimana prilakunya kepada dua korban yang baru ketahuan dicabulinya, sehingga apa yang dulu dilakukannya gambar berbau mesum yang direkayasanya menyangkut Kepala Negara, kini terjawab sudah, yang sudah selayaknya mendapat hukuman berat. *** Yakub Pranata.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved