Headlines News :
Home » » Ahok Curiga Ada yang Sengaja Buat Mesin Presensi PNS Offline

Ahok Curiga Ada yang Sengaja Buat Mesin Presensi PNS Offline

Written By Infobreakingnews on Selasa, 12 Juli 2016 | 14.56


Jakarta, infobreakingnews - Per 11 Juli kemarin, dari total 4.317 ada sebanyak 2.930 mesin presensi yang online dan sisanya sebanyak 1.387 offline sehingga para pegawai negeri sipil (PNS) tidak dapat menggunakannya.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mencurigai adanya kesengajaan dari offline-nya sejumlah mesin presensi tersebut dengan maksud agar absen dapat dilakukan secara manual, sehingga kedatangan atau kepulangan PNS yang bersangkutan tidak bisa terlacak atau bisa dimanipulasi.
"Saya belum tahu, pengalaman saya sih ada kesengajaan, tapi belum ada bukti. Pengalaman saya sih ada kesengajaan," ujar Ahok di Balai Kota, Selasa (12/7/2016).
Meski begitu, Ahok mengatakan pihaknya tidak ingin berspekulasi lebih jauh. Namun, ia akan menyelidikinya terlebih dahulu karena bisa diketahui dengan sangat mudah. Ia menyebutkan, permainan untuk itu saja dilakukan secara halus oleh oknum-oknum PNS tersebut.
Namun kendati mereka tidak bisa absensi secara online melalui mesin, tunjangan kinerja daerah (TKD) PNS yang bersangkutan belum tentu akan dipotong. Sebab dengan alasan mesin rusak, mereka bisa membuat presensi secara manual.
"Kecuali kita buat peraturan yang kejam ya, kalau mesin presensi rusak, manual tidak berlaku, jadi TKD tidak berlaku semua. Kalau sekarang rusak beneran gimana? Ya sial di elu deh. Kan kami tidak buat begitu sistemnya," katanya.
Dengan demikian apabila permainan seperti ini terus terjadi, Ahok berkata maka pihaknya pun akan membuat sistem yang lebih kejam. Contohnya, jika saat ini persoalan mesin presensi tersebut rusak, hal tersebut tentunya harus diperbaiki. Jika tidak bisa diperbaiki, maka di hari itu seluruh pegawai tidak mendapat TKD.
"Dengan begitu baru bisa takut. Kalau kayak begini, bisa absen manual, padahal hadirnya kesiangan, atau bisa tidak hadir, sudah biasalah kayak gitu," ujarnya.
Ia pun kesulitan memberikan sanksi karena tidak ada alasan yang kuat. Oleh karena itu, pihaknya berencana akan membuat sesuatu yang lebih ketat, yakni jika terdapat mesin elektronik yang rusak, termasuk mesin presensi, maka dipastikan tidak akan mendapat TKD.
"Ini memang sering kok. Kita mau lihat yang sering itu yang mana biar kami pantau," pungkasnya. ***Candra Wibawanti
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved