Headlines News :
Home » » Usai Idul Fitri, Tarif Listrik 900 VA Naik

Usai Idul Fitri, Tarif Listrik 900 VA Naik

Written By Infobreakingnews on Sabtu, 18 Juni 2016 | 18.07


Jakarta, infobreakingnews - Direktur Utama (Dirut) PT PLN, Sofyan Basir membenarkan bahwa pencabutan subsidi listrik bagi pelanggan 900 Volt Ampere (VA) yang ternyata tidak berhak, akan berlaku setelah Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, bulan Juli mendatang.
Hal itu dikatakan Sofyan yang ditemui di kediaman dinas Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (18/6).
"Iya setelah Lebaran. Mudah-mudahan dilaksanakan setelah Lebaran. Kalau mau Lebaran naik (Tarif listrik), kan kasihan," ujar Sofyan.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said telah mengungkapkan rencana menaikkan secara bertahap tarif listrik untuk pengguna 900 VA. Sebab, dari hasil penelusuran hanya 4 juta pelanggan 900 VA yang berhak mendapatkan subsidi.
"Subsidi listrik yang dulu kita pernah memutuskan menunggu menunda pergeseran listrik yang pengguna 900 VA. Itu bulan November tahun lalu kemudian Presiden, Pak Wapres memerintahkan untuk melakukan verifikasi karena penggunanya orang yang tidak biaa masuk dalam kategori miskin. Verifikasi selesai dan sudah kita laporkan dan kita tunggu ratas karena dulu keputusannya lewat ratas. Kalaupun mau dilakukan lewat ratas nanti," ungkap Sudirman di kantor Wapres, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Tetapi, Sudirman memperkirakan bahwa realisasi pencabutan subsidi bagi pengguna 900 VA yang tidak berhak akan mulai dilakukan usai Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.
"Sejauh ini, usulan kita biarkan Lebaran berlalu, puasa berlalu. Setelah lebaran maka secara bertahap akan dilakukan. Kecil sekali. Mereka pengguna 900 ke atas ini siapa kan kelas menengah juga jadi tidak memberatkan juga," ungkapnya.
Hanya saja, Sudirman mengungkapkan akibat terus tertundanya pencabutan subsidi untuk pelanggan 90 VA, beban subsidi pemerintah bertambah. Akibatnya, Kementerian ESDM meminta tambahan anggaran subsidi listrik sekitar Rp 18,8 triliun sehingga besaran subsidi listrik yang diajukan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016 menjadi Rp 57,18 triliun.
Seperti diberitakan, verifikasi data yang dilakukan terhadap 22 juta pelanggan 900 VA, ternyata hanya 4 juta pelanggan yang berhak atas subsidi listrik tersebut. Oleh karena itu, direncanakan pencabutan subsidi secara bertahap terhadap pengguna yang tidak layak mendapatkannya.
Namun, agar tidak memberatkan pengguna listrik 900 VA yang rata-rata adalah masyarakat menengah maka pencabutan atau kenaikan tarif listriknya akan dilakukan dalam empat tahap. Sehingga, kenaikan tarif dari Rp 600 per kilowatt hour (kwh) menjadi Rp 1.352 per kwh tidak terlalu memberatkan.
Berdasarkan perhitungan Kementerian ESDM, saat ini tarif listrik bagi pengguna 900 VA sebesar Rp 586 per kwh dengan tagihan perbulannya Rp 74.000, jika dinaikkan tahap pertama menjadi Rp 722 per kwh maka tagihannya akan menjadi Rp 91.000. Tahap berikutnya, akan dinaikkan menjadi Rp 890 per kwh maka tagihannya per bulan akan menjadi Rp 112.000. Selanjutnya, akan dinaikkan menjadi Rp 1.097 per kwh sehingga tagihannya menjadi Rp 138.000 dan akhirnya akan mencapai angka keekonomian Rp 1.352 dengan tagihan bulanan menjadi Rp 170.000. ***Siswo Pramono
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved