Headlines News :
Home » » Pasutri Perwira TNI Darah Tinggi Penuh Emosi Aniaya Kanit Lantas Dijebloskan Ke Bui

Pasutri Perwira TNI Darah Tinggi Penuh Emosi Aniaya Kanit Lantas Dijebloskan Ke Bui

Written By Infobreakingnews on Selasa, 14 Juni 2016 | 09.16

Medan, infobreakingnews - Pasutri perwira TNI yang sebelumnya pihak Mabes TNI telah memecat Mayor Ridan, yang memiliki banyak catatan kriminal, kini di jebloskan kedalam tahanan Kepolisian Resort Kota (Polresta) Medan, menahan eks perwira TNI bernama Ridan sebagai pelaku penganiayaan terhadap Kanit Lalulintas (Lantas) Polsek Sunggal, AKP Luhut Sihombingan akhir pekan lalu.
"Orang bersangkutan sudah kami tahan. Petugas tetap melanjutkan proses pemeriksaan. Sedangkan istrinya (AKP Neneng) yang perwira polisi, masih sebatas dimintai keterangan," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan, Kompol Fahrizal, Senin (13/6) siang.
Fahrizal mengatakan, Neneng tidak ditahan karena belum ada bukti yang kuat atas tuduhan tersebut. Polisi juga memintai keterangan Neneng dalam kapasitas sebagai saksi. Penahanan itu dilakukan petugas karena Ridan sudah lama dipecat dari kesatuan TNI.
Seperti yang diketahui, Kepala Unit Lalulintas (Kanit Lantas) Polsek Medan Sunggal, AKP Luhut Sihombing mengalami luka - luka diduga akibat dianiaya oknum perwira TNI, Mayor Ridan di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Kasus ini berawal dari pelanggaran lalulintas di kawasan Jl Pinang Baris Medan, akhir pekan itu.
Kasus dugaan penganiayaan yang menghebohkan masyarakat itu, masih ditangani pihak Polresta Medan. Bahkan, istri oknum TNI yang juga perwira polisi, AKP Neneng, juga dikabarkan melakukan penamparan terhadap anggota Luhut Sihombing.
Luhut Sihombing yang mengalami luka memar dilarikan ke Rumah Sakit Bina Kasih Medan. Dia mengalami luka di bagian mata sebelah kiri. Selain itu, dahinya koyak dan mendapatkan tiga jahitan. Sementara itu, Aiptu Rudi anggota Luhut, tidak mengalami luka meski ditampar AKP Neneng.
Hasil investigasi dilapangan, kasus dugaan penganiayaan itu berawal dari sebuah mobil Toyota Avanza warna hitam yang menerobos rambu lalulintas. Aiptu Rudi langsung melakukan penyetopan namun pengemudi berusaha kabur dari lokasi tersebut.
"Rudi kemudian melakukan pengejaran dan berhasil memberhentikan kendaraan itu. Di dalam mobil itu kabarnya ada sepedamotor. Rudi kemudian menanyakan tentang surat-surat kendaraan. Sayangnya, pengemudi malah minta tolong dengan menghubungi Mayor Ridan," ujar seorang petugas.
Oknum itu kemudian menghubungi Rudi supaya bisa dibantu. Setelah urusan selesai, oknum itu bersama istrinya mendatangi tempat Rudi mengatur lalu lintas. Dia memaki - maki Rudi karena diduga menerima uang dari kerabatnya itu. Secara kebetulan, Luhut Sihombing ada di lokasi. AKP Neneng diduga langsung memukul Rudi.
Luhut kemudian mengingatkan Neneng supaya tidak melakukan kekerasan. Saran itu ternyata membuat Mayor Ridan semakin marah. Dia mengambil batu dan langsung menghantamkannya ke wajah Luhut. Korban tersungkur berlumuran darah.
Kabarnya pasutri yang memiliki temperamen keras ini semakin brutal sejak Mabes TNI memecat Ridan yang berpangkat mayor TNI tersebut, tapi disayangkan ternyata isterinya, Neneng yang merupakan perwira pertama Polisi dengan pangkat AKP itu, justru menjadi pemicu kejadian brutal terhadap kanit lantas AKP Luhut Sihombing yang kini masih dirawat.*** Bonggas Sibuea.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved