Headlines News :
Home » » OTT Dianggap Tak Lazim, Saut: Bukti Transfer Cukup Jadi Dasar Penangkapan Putu Sudiartana

OTT Dianggap Tak Lazim, Saut: Bukti Transfer Cukup Jadi Dasar Penangkapan Putu Sudiartana

Written By Infobreakingnews on Kamis, 30 Juni 2016 | 17.04

Saut Situmorang
Jakarta, infobreakingnews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang menyebut tindak pidana penyuapan melalui transfer ke rekening antar bank merupakan model lama.
Hal tersebut ia ungkapkan untuk menanggapi pernyataan Partai Demokrat yang menyebutkan operasi tangkap tangan terhadap Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, I Putu Sudiartana tak lazim karena hanya berdasar bukti transfer.
"Modus klasik atau lama juga ya sebenarnya transfer ini," kata Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Kamis (30/6/2016).
Saut menyatakan, melalui transfer ataupun tunai hanya soal mekanisme penyerahan suap. Kemungkinan besar, katanya, Putu lebih nyaman menerima uang suap sebesar Rp 500 juta dari pengusaha, Yogan Askan dan Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Pemukiman Pemprov Sumatera Barat, Suprapto melalui transfer ke sejumlah rekening.
"Saya kira ini dinamika saja. Saya lebih suka menyebutnya style saja yang di dalamnya yang bersangkutan merasa aman dan nyaman dengan model menggunakan pihak ketiga," jelas Saut.
Diketahui, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (28/6/2016), Tim Satgas KPK menangkap Putu Sudiartana di rumah dinasnya di kawasan Ulujami, Jakarta Selatan. Selain itu, tim Satgas KPK juga menyita uang sebesar 40.000 dolar Singapura dan bukti transfer.
Dari pemeriksaan diketahui, Putu Sudiartana menerima suap dari Yogan dan Suprapto sebesar Rp 500 juta untuk memuluskan rencana proyek 12 ruas jalan di Sumatera Barat. Uang suap itu diberikan Yogan dan Suprapto kepada Putu melalui transfer ke sejumlah rekening dalam waktu berdekatan dengan rincian Rp 150 juta, Rp 300 juta, dan Rp 50 juta.
Menanggapi hal ini, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsudin menilai penangkapan terhadap Putu tidak lazim dan tidak dijelaskan secara detail. Hal serupa juga dilontarkan oleh Wasekjen Partai Demokrat Rahlan Nasidik yang mempertanyakan OTT tersebut karena dalam penjelasan KPK tidak dinyatakan secara eksplisit proses OTT yang lazim dilakukan penyidik KPK.
Salah satunya lantaran dalam OTT itu tidak ada uang yang ditransaksikan. Menurut Rahlan, bukti transfer yang disebut KPK dirasa lemah karena transfer yang dimaksud juga bukan ditujukan kepada Putu. Seharusnya, menurut dia, bukti transfer itu diperlakukan sebagai petunjuk yang masih harus ditindaklanjuti. ***Ruben Ginting
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved