Headlines News :
Home » » Membongkar Kejahatan Paling Gila, Bisnis Vaksin Palsu Untuk Balita

Membongkar Kejahatan Paling Gila, Bisnis Vaksin Palsu Untuk Balita

Written By Infobreakingnews on Kamis, 23 Juni 2016 | 19.24

Jakarta, infobreakingnews - Bentuk kejahatan manusia secara massal tanpa pandang bulu siapa korbannya, terungkap secara mengejutkan dalam kasus pemalsuan sejumlah vaksin untuk balita di Indonesia.
Direktorat Tindak Pidana Khusus (Tipideksus) terus mengembangkan kasus pembuatan dan pendistribusian vaksin palsu untuk balita yang kin terus didalami jaringan bisnis pembuatan berbagai vaksin palsu.
"Kita konsen kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus di masa akan datang. Maka itu kita konsen menegakan hukum karena faktanya ini terkait kesehatan anak-anak. Ini kita dalami dan diduga beredar di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat," kata Direktur Tipideksus, Brigjen Agung Setya, di Mabes Polri Kamis (23/6).
Jenderal bintang satu ini mengatakan, kasus ini terungkap karena pihaknya menemukan beberapa penjual vaksin yang tidak punya izin untuk peredaran. Yakni, di Bekasi dimana kemudian terungkap didalamnya ada vaksin yang ternyata palsu.
"Kita tangkap J, pemilik toko di Aska Medikal, di Jalan Raya Karang Santri Bekasi. Lalu kami kembangkan terus. Intinya ada kelompok Bintaro, Bekasi Timur, dan Kemang Regency," urainya.
Menurut Agung vaksin palsu itu dibuat di gudang atau rumah yang dari sisi higienisnya tidak memenuhi standar. Isinya campuran infus dan vaksin tetanus. Semua ini dicampur jadi satu.
"Ini tentu tidak sesuai aturan. Untuk menyempurnakan vaksinnya pakai alat pres supaya bisa keluar menjadi vaksin (asli). Lalu dikemas, kemudian dipacking, lalu didistribusikan. Semua ini berdasarkan pesanan," lanjutnya.
Total, menurut Agung, yang ditangkap ada 10 orang. Rinciannya lima produsen--yang dibekuk dari tiga tempat-- dua kurir, dua penjual (termasuk J yang memiliki apotek) dan seorang lagi yang mencetak label.
"Yang disita 195 saset vaksin hepatitis B, 221 botol vaksin pediacel, 364 vaksin campak kering, 81 saset vaksin polio, 55 vaksin anti snake, dokumen, alat-alat peracik, dan bahan bakunya," sambungnya.
Bahkan siang ini seorang lagi dibekuk di Subang. Polisi akan memberangus produsen vaksin palsu di manapun mereka berada. Polisi memperkirakan mereka sudah beroperasi di seluruh Indonesia.
"Praktik ini sejak 2003. Keuntungan Rp 25 juta untuk produsen per minggu dan Rp 20 juta untuk distributor/minggu. Kemasannya sama seperti asli dan dijual seperempat dari harga asli, namun ditingkat penjual beda Rp 200 ribu," pungkasnya. *** Johanda Sianturi.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved