Headlines News :
Home » » KPK Periksa 84 Anggota DPRD Sumut Terkait Kasus Suap

KPK Periksa 84 Anggota DPRD Sumut Terkait Kasus Suap

Written By Infobreakingnews on Kamis, 23 Juni 2016 | 14.48

Terdakwa kasus suap Hakim dan Panitera PTUN Medan Gatot Pujo Nugroho dan Istri Mudanya, Evy Susanti
Medan, infobreakingnews - Jumlah anggota dan mantan anggota DPRD Sumut periode 2009 - 2014 yang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebanyak 84 orang. Pemeriksaan terhadap wakil rakyat tersebut juga dilanjutkan sampai Kamis (23/6) ini.
Pemeriksaan oleh penyidik lembaga antikorupsi itu terkait dugaan suap gugurnya penggunaan hak interpelasi dan upaya pemulusan anggaran pemerintah belanja daerah (APBD) Sumut di era Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho (GPN).
"Pertanyaan yang diajukan KPK tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan di jauh hari sebelumnya. Itu - itu saja yang ditanyakan," ujar Raudin Purba, mantan anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 di Markas Brimob Sumut, Rabu (22/6).
Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati memaparkan, anggota dan mantan anggota DPRD Sumut periode 2009 - 2014 yang diperiksa itu adalah Ahmad Aswan, Tonnies Sianturi, Ikrimah Hamidy, Amsal Nasution, dan H Muhammad Nuh.
KPK juga memeriksa Hidayatullah, Taufik Hidayat, Nur Azizah Tambunan, Muhammad Nasir, Raudin Purba. Lalu, Basyir, Pasaruddin Daulay, Analisman Zalukhu, Eddi Rangkuti, Restu Kurniawan Sarumaha, Murni Eheser Verwaty Munthe.
Kemudian, Sonny Firdaus, Rijial Sirait, H Abdul Hasan Maturidi, Ahmad Hosen Hutagalung, Nurul Azhar Lubis. Fadly Nurzal, Washington Pane, Tohonan Silalahi, Japorman Saragih, Arlene Manurung, dan Darmawan Sembiring.
Sebelumnya, anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDIP Perjuangan, Syamsul Hilal mengungkapkan, pemeriksaan oleh KPK terkait suap Gatot Pujo Nugroho kepada anggota DPRD Sumut. Dugaan gratifikasi itu ada sebanyak tiga kali diterima sejumlah anggota dewan.
"Nilai uang yang diberikan Gatot Pujo Nugroho bervarisasi. Ada yang menerima sebesar Rp 350 juta. Kemudian ada lagi penyerahan uang untuk yang kedua dan ketiga kalinya. Saya tidak ada menerima uang tersebut," kata Syamsul Hilal.
Pemeriksaan itu juga terkait dengan status tersangka terhadap tujuh orang anggota DPRD Sumut yakni, Muhammad Affan, Budiman P Nadapdap, Guntur Manurung, Zulkifli Effendi Siregar, Bustami HS, Zulkifli Husein dan Parluhutan Siregar.
Sebelumnya, anggota dan mantan anggota DPRD Sumut yang diperiksa itu adalah Jamaluddin Hasibuan, Muslim Simbolon, Syahrial Harahap, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Syamsul Hilal, Abu Bokar Tambak, Musdalifah, Ferry Suando Tanuray Kaban, Sudirman Halawa, Isma Padli Arya Pulungan, Biller Pasaribu dan Syafrida.
Aduhot Simamora, Irwansyah Damanik, Helmiati, Tia Isah Ritonga, T. Dirkhansyah Abu Subhan Ali, Palar Nainggolan, John Hugo Silalahi, Sopar Siburian, Megalia Agustina Ramli, Janter Sirait, Muhammad Faisal, Richard Eddy M. Lingga dan Ida Budi Ningsih.
Sehari sebelumnya, KPK memeriksa H Zulkarnaen, Mulyani, Ristiawati, Drs Tahan Panggabean, H Arifin Nainggolan, Hj Meilizar Latif, M Yusuf Siregar, H Marahalim Harahap, Drs H Rahmad P Hasibuan, dan Mustofawiyah.
Kemudian, Indra Alamsyah, H Alamsyah Hamdani, Brilian Moktar, Ir Tagor Pandapotan Simangunsong, Hj Evi Diana, Andi Arba, H Ali Jabbar Napitupulu, H Hardi Mulyono, Oldan Simbolon, dan Iman B Nasution.
Selain itu, Layari Sinukaban, Endah Moris Lubis, Nurhasanah, H Khairul Fuad, Drs Tunggul Siagian, Enda Moris Lubis, Drs H Hasbullah Hadi, Hamamisu Bahsan, dan H Yan Syahrin. ***Bonggas Sibuea
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved