Headlines News :
Home » » Ketua Majelis Hakim Saipul Jamil Diperiksa KPK

Ketua Majelis Hakim Saipul Jamil Diperiksa KPK

Written By Infobreakingnews on Kamis, 23 Juni 2016 | 09.38

Ifa Sudewi
Jakarta, infobreakingnews - Mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Ifa Sudewi, mengklaim, rendahnya vonis terhadap pedangdut Saipul Jamil yang menjadi terdakwa kasus dugaan pelecehan seksual merupakan kesepakatan Majelis Hakim yang menangani perkara tersebut.
Dikatakan, kesepakatan itu diambil Majelis Hakim pada Senin (13/6) atau sehari sebelum putusan terhadap Saipul Jamil dibacakan di PN Jakut. Ifa yang menjadi Ketua Majelis Hakim perkara ini menyatakan, kesepakatan para hakim berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan.
"Bahwa vonis yang diputuskan majelis hakim, itu sudah hasil kesepakatan berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan. Vonis itu kita buat dan sepakati berdasarkan musyawarah majelis hakim tanggal 13 Juni jam 17.00 WIB," kata Ifa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/6).
Menurut Ifa, tidak ada hakim yang berbeda pendapat atau dissenting opinion saat mengambil keputusan tersebut. "Kesepakatan, tidak ada perbedaan. Kami bicarakan berapa (vonisnya) besok mau diputus. Tidak ada dissenting opinion," katanya.
Terkait dengan Pasal 82 UU Perlindungan Anak dan Pasal 290 KUHP yang tidak dipertimbangkan oleh Majelis Hakim, Ifa menjelaskan dari fakta persidangan Saipul tidak terbukti melanggar dua pasal yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum tersebut. Untuk itu, Majelis Hakim memutuskan untuk tidak menerapkan kedua pasal tersebut terhadap Saipul Jamil.
"Karena memang ada unsur-unsur yang tidak terbukti dari Pasal 82 ada beberapa unsur yang tidak terbukti, sehingga tidak bisa diterapkan pasal itu. Unsur dari beberapa pasal yang 290 (KUHP) juga tidak terbukti, sehingga tidak bisa diterapkan pasal itu. Jadi sekarang kita pakai Pasal 292 (KUHP)," katanya.
Ifa membantah penggunaan pasal dan ringannya putusan terhadap Saipul Jamil lantaran adanya uang pelicin. Ifa mengklaim tidak pernah meminta atau menjanjikan sesuatu terkait perkara ini.
"Karena saya tidak pernah meminta uang, tidak pernah menjanjikan sesuatu. Jadi tidak ada," katanya.
Diberitakan, dalam OTT pada Rabu (15/6), tim Satgas KPK menangkap tujuh orang. Dari hasil pemeriksaan terdapat empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Rohadi dan Samsul Hidayatullah yang diketahui kakak dari pedangdut Saipul Jamil serta dua pengacara Saipul Jamil yang bernama Berthanatalia Ruruk Kariman, dan Kasman Sangaji.
Rohadi diduga menerima uang suap sebesar Rp 250 juta dari Samsul, Berthanatalia, dan Kasman terkait perkara pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang menjerat Saipul Jamil sebagai terdakwa.
Atas perbuatannya, Rohadi disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Sementara Berthanatalia, Kasman, dan Samsul disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Belakangan diketahui, Berthanatalia, salah satu pengacara Saipul yang tertangkap OTT KPK itu adalah isteri dari hakim tinggi Karel di PT Jabar, bahkan Berthanatalia juga memiliki dua orang anak yang kini menjadi hakim.
Dikabarkan bahwa Ifa Sudewi pernah menjadi bawahannya suami Berthanatalia. Kini tinggal penydik KPK merajut benang merah yang telah terurai panjang dibalik kasus suap pedangdut cabul Saipul Jamil yang bakal lama mengendap dibalik kumuhnya terali besi penjara. *** Candra Wibawanti.



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved