Headlines News :
Home » » Herry Beng Koestanto Divonis 3 Tahun Penjara

Herry Beng Koestanto Divonis 3 Tahun Penjara

Written By Infobreakingnews on Kamis, 30 Juni 2016 | 18.33

Setelah Divonis 3 Tahun Penjara, Herry Beng Nyatakan Banding
Jakarta, infobreakingnews - Sepandai-pandainya Tupai melompat, sekali waktu akan jatuh juga. Pepatah kuno ini sangat pantas digantungkan keleher Herry Beng Koestanto, pria keturunan Tionghoa campur Jawa yang menjadi terdakwa kasus penipuan dan penggelapan transaksi jual beli saham PT. Toko Gunung Agung, Tbk, yang selama ini dinilai banyak pihak sangat licin, sehingga mampu memperdaya korban Putra Masagung, pemilik Gunung Agung yang merupakan salah satu bisnis nasional sejak zaman Bung Karno, juga berhasil menjadi korban tipu daya Herry Beng yang berlagak ingin mengusai sekitar 25% saham Gunung Agung, dengan mengambil alih sekitar 5 juta lebih saham Putra Masagung atau setara dengan Rp 50 Miliar, nilai kerugian yang diderita Putra Masagung.

Saham Gunung Agung itupun dibeli oleh Herry Beng pada tahun 2012 dimana Herry Beng membayar saham itu dengan girobilyet, yang ternyata kosong pada saat jatuh tempo, sehingga unsur penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP terpenuhi.

"Menghukum terdakwa Herry Beng dengan hukuman penjara selama 3 tahun dan membayar ongkos perkara sebesar lima ribu rupiah" kata majelis hakim yang diketuai oleh hakim Sumpeno, Kamis (30/6) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, jalan Bungur Besar Raya Jakarta.
    
Vonis majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Aris Munandar dan Lucky Afgani yang menuntut hukuman terdakwa dengan hukuman penjara selama 4 tahun penjara.

Terdakwa Herry Beng yang sebelumnya mengaku sebagai pengusaha Tambang Batu Bara dan Dirut PT.Permata Energy Resources itu langsung menyatakan banding atas vonis hakim, setelah sesaat berunding dengan penasehat hukumnya.*** Mil.



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved